v
ABSTRAK
Maraknya konflik dan kejahatan yang mengancam kedaulatan NKRI
semakin memperkeruh pertahanan dan keamanan Indonesia. Melemahnya
kekuatan TNI pasca embargo militer oleh Amerika Serikat, Perancis, dan Jerman
membuat Indonesia merasa perlu untuk melakukan kerjasama militer dengan
Negara lain dalam rangka meningkatkan Alutsista dan kualitas TNI sebagai alat
pertahanan Negara. Rusia yang semakin maju dalam bidang teknologi dan militer
selalu mencari perhatian dan dukungan Negara-negara berkembang dalam
mewujudkan kembali ‘super powernya’. Hal ini dimanfaatkan oleh Indonesia
untuk menjalin kembali hubungan ‘mesra’ dengan Rusia yang sempat renggang
selama orde baru berkuasa di Indonesia. Hal yang menarik perhatian penulis
adalah: langkah-langkah apa saja yang telah dilakukan Indonesia-Rusia dalam
melakukan kerjasama dalam bidang militertersebut? Lalu bagaimana pengaruh
yang ditimbulkan dari kerjasama militer tersebut terhadap peningkatan pertahanan
dan keamanan di Indonesia?
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah
apa saja yang telah dilakukan kedua Negara dalam melakukan kerjasama militer,
memahami dan mengeksplorasi berbagai macam konflik yang bisa menjadi
ancaman terhadap keutuhan dan kedaulatan NKRI. Selanjutnya juga ingin
mengetahui, memahami, dan mendeskripsikan bagaimana pengaruhnya terhadap
berbagai upaya dalam rangka meningkatkan pertahanan dan keamanan di
Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
deskriptif. Dalam metode deskriptif ini dipelajari masalah-masalah yang berlaku
dalam masyarakat termasuk tentang hubungan,kegiatan-kegiatan, sikap-sikap,
pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan
pengaruh-pengaruh dari sutu fenomena. Dengan metode ini dapat diselidiki
kedudukan (status) fenomena atau faktor dan melihat hubungan antara satu faktor
dengan faktor lain.
Hasil dari penelitian ini adalah: untuk meningkatkan Alutsista dan kualitas
TNI dalam rangka menjaga dan meningkatkan pertahanan dan keamanan di
Indonesia, pemerintah Indonesia melakukan kerjasama militer dengan Rusia yang
di implementasikan kedalam dua buah bentuk kerjasama; Kerjasama Pertahanan
dan Kerjasama Teknik Militer. Komisi Pemerintahan Indonesia-Rusia di bidang
kerja sama Teknik Militer telah menghasilkan nota kesepahaman (MoU) tentang
komitmen pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI dari Rusia dan
dalam kunjungan ke Moskow pada bulan Desember 2006, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dan Vldimir Putin menyaksikan penandatanganan tujuh
nota kesepahaman dalam kerjasama berbagai bidang, salah satunya adalah
mengenai pewujudan bantuan militer Rusia kepada Indonesia dalam tahun 2006-
2010. Namun dari berbagai proposal pengadaan belanja TNI, pihak Rusia
menolak untuk memaksimalisasi Alutsista TNI sehingga hal ini berpengaruh pada
masih rendahnya peningkatan dan pertahanan di Indoensia.
Kata Kunci: Kerjasama Militer Indonesia-Rusia, Alustsista, TNI,
Pertahanan dan Keamanan Indonesia