Bank Bjb Cabang Soreang merupakan badan usaha milik pemerintah
provinsi Jawa Barat dan Banten yang b ergerak di bidang perbankan, yang
meluncurkan salah satu produknya yaitu kredit untuk para pelaku usaha
dengan nama “Kredit Mikro Utama”. Saat ini permasalahan yang dihadapi
yaitu masih terdapatnya kredit bermasalah. Permasalahan ini diduga
disebabkan belum terlaksananya analisis pemberian kredit secara
menyeluruh diantaranya fungsi penilaian Personality , Purpose, Prospect dan
Payment.
Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh
analisis pemberian Kredit Mikro Utam a (KMU) terhadap kredit bermasalah
di Bank bjb Cabang Soreang. Metode yang digunakan adalah deskriptif
analisis dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik
kepustakaan, observasi, wawancara dan angket.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukkan
bahwa analisis pemberian Kredit Mikro Utama (KMU) berpengaruh
terhadap kredit bermas alah Bank Bjb Cabang Soreang. Hasil Koefisien
Determinasi sebesar 62.8% menunjukkan bahwa analisis pemberian Kredit
Mikro Utama (KMU) memiliki hubungan dengan kredit bermasalah dan
sisanya sebesar 37.2% dipengaruhi oleh variabel lain selain kegiatan analisis
pemberian Kredit Mikro Utama (KMU) yang memepengaruhi kredit
bermasalah Bank bjb Cabang Soreang seperti faktor internal bank dan
faktor eksternal bank yang disebabkan oleh nasabah.
Hambatan yang dihadapi oleh Bank bjb Cabang Soreang dalam
melaksanakan prinsip pemberian Kredit Mikro Utama (KMU) yaitu
kurangnya pengetahuan dalam bidang ilmu psikologi calon debitur dan
terbatasnya kemampuan bagian analsi s kredit dalam memprediksi keadaan
yang akan terjadi dimasa yang akan datang seperti keadaan objek usaha
yang mengalami kerugian, adanya peraturan pemerintah yang berdampak
pada objek usaha dan terjadinya bencana alam yang menyebabkan debitur
tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam membayar angsuran kredit.
Peneliti menyarankan Bank bjb Cabang Soreang sebaiknya merekrut
karyawan bagian analisis pemberian kredit, mengadakan kerjasama dengan
pihak akademisi jurusan psikologi. Para analisis pemberian kredit lebih
memperhatikan prinsip kehati-hatian dan ketelitian, dan mengharapkan ada
pihak lain yang mengadakan penelitian lebih lanjut diluar variabel yang
telah peneliti lakukan.
Kata Kunci : Analisis Pemberian Kredi