Penelitian ini difokuskan pada iklan produk pemutih kulit Citra White di
Indonesia periode 1995-2004, dengan menggunakan pendekatan foto montase sebagai
metode penciptaan karya. Penelitian ini mengacu pada rumusan masalah, yaitu:
(1)Bagaimana pesan dari perubahan konsep kecantikan yang ditampilkan iklan produk
Citra White di Indonesia pada tahun 1995 hingga 2004?, dan (2) bagaimana karya foto
montase dapat mengkritisi fenomena ke-putih-an di Indonesia?
Untuk menjawab masalah tersebut penciptaan karya visual digunakan metode
penelitian pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara serta pengumpulan dokumen dan literatur sesuai
dengan obyek dan masalah penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif
dan berkesinambungan mulai data observasi, wawancara dan dokumen yang telah
terkumpul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa putih tidak dengan sendirinya menjadi
cantik, idealisme warna kulit putih di Indonesia terpengaruh sejak masa penjajahan
Belanda di Indonesia sehingga menjadi frame of refrence yang juga terdapat dalam Iklan
Citra White, masyarakat (terutama wanita) Indonesia diajak untuk mengubah warna
kulitnya yang bukan berkulit putih menjadi putih.
Temuan penelitian pada produk dan Iklan Citra White dalam karya fotografi
dengan metode foto montase diberi judul: Diskriminasi Estetik, dengan maksud
memperlihatkan bahwa tubuh (kulit) yang terperangkap dari sebuah persepsi putih yang
dipahami selama ini. Diskriminasi Estetik menggambarkan seorang wanita yang memiliki
mimpi untuk memutihkan seluruh kulitnya. penciptaan karya ‗Diskriminasi Estetik‘ ingin
menyampaikan pesan yang bisa dipahami masyarakat dalam mendeskripsikan ulang
tentang kecantikan yang selama ini lekat dengan sebuah diskriminasi yang berlaku,
namun tak terungkapkan