Beras merupakan komoditas pangan yang memiliki kedudukan unik di
Indonesia karena berdimensi ekonomi, sosial, politik dan budaya. Tingkat partisipasi
konsumsi beras di Indonesia masih diatas 90%. Beras masih menjadi sumber pangan
pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Dari kondisi seperti ini, beras dapat
dijadikan representasi model ekonomi Indonesia secara umum karena pengaruhnya
dalam bidang ekonomi dan politik. Beras mempunyai peran startegis dalam
memantapkan ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan stabilitas politik nasional.
Alasan pemerintah melakukan kerjasama antara Indonesia dengan Vietnam dalam
impor beras yaitu, untuk mencukupi kebutuhan beras nasional, agar tidak terjadi
krisis pangan dan terciptanya ketahanan pangan yang kuat, serta kestabilan politik
yang ditopang oleh stabilnya harga beras. Hal itu menarik perhatian penulis untuk
meneliti bagaimana pelakasanaan kerjasama impor beras antara Indonesia dengan
Vietnam?, pengaruh impor beras dalam menstabilkan harga beras di pasar? serta
dampak impor beras dari Vietnam terhadap ketahanan pangan nasional?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengeksplorasi dan
mendeskripsikan kebijakan impor beras Indonesia dari Vietnam serta bagaimana
pengaruhnya terhadap ketahanan pangan nasional. Sedangkan kegunaan penelitian ini
adalah secara teoritis, penelitian ini diharapkan berguna untuk menambah khasanah
pengembangan Ilmu Hubungan Internasional, khususnya Sistem Ekonomi Indonesia
dan Perdagangan Internasional. Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas
penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: “Jika kerjasama Indonesia dengan
Vietnam dalam impor beras dilakukan untuk memenuhi cadangan dan stok
beras nasional dilakukan secara efektif, maka akan memperkuat ketahanan
pangan nasional melalui program Raskin”
Berdasarakan hipotesis diatas, metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif analisis yang bertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena
dalam hal ini mengenai pengaruh kerjasama Indonesia dengan Vietnam dalam impor
beras terhadap Harga dan Produksi Beras Indonesia. Deskriptif analisis adalah upaya
untuk menjawab pertanyaan siapa, apa, dimana, kapan, atau berapa, jadi merupakan
upaya melaporkan apa yang terjadi.
Hasil dari penelitian ini adalah beras impor dari Vietnam digunakan sebagai
stok beras nasional, dimana stok beras nasional tersebut digunakan untuk
menstabilkan harga beras di pasar ketika harga beras lokal naik dengan cara
melakukan operasi pasar. Selain itu, pengunaan beras impor juga digunakan untuk
program beras miskin (raskin) sebagai cara untuk memperkuat ketahanan pagan
nasional agar terhindar dari krisis pangan.
Kata Kunci : Kerjasama Indonesia-Vietnam Dalam Impor Beras, Stabilitas
Harga Beras, Ketahanan Pangan, Program Beras Miskin (Raskin