KHOIRUL IMAN. 14113210028 “STRATEGI DAKWAH
PIMPINAN PONDOK BUNTET PESANTREN DALAM MENCEGAH
PENYEBARAN PAHAM ISIS”. Skripsi. Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.
Fakultas Ushuludin Adab Dakwah. IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Pondok buntet pesantren adalah salah satu pesantren yang memiliki peran
besar dalam menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang
berpaham Ahlusunnah wal Jama’ah. Adapun ISIS adalah organisasi milisi yang
mengatasnamakan Islam untuk kepentingan politik dan berpaham mengkafirkan
dalam perbedaan serta memaknai ayat Al Qur’a hanya hanya secara konteks saja.
Berangkat dari latar belakang di atas peneliti memberikan pertanyaan;
Petama, bagaimana pandangan pimpinan pondok buntet pesantren tetang ISIS.
Kedua, bagaimana strategi dakwah pimpinan pondok buntet pesantren dalam
mencegah penyebaran paham ISIS.
Adapun tujuan penilitian ini pertama untuk mengetahui pandangan
Pimpinan Buntet Pesantren tentang ISIS. Kemudian yang kedua untuk mengetahui
strategi dakwah Pimpinan Buntet Pesantren dalam mencegah paham ISIS.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penilitian kualitatif yaitu
penelitian tanpa menggunakan angka-angka statistik. pendekatanya menggunakan
study kasus. serta menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara,
observasi, dokumentasi. dan teknik analisis data yang digunakan dalam penilitian
ini menggunakan teknik analisis data dalam study kasus.
Dari hasil penelitian tersebut, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan,
yaitu: yang pertama Pimpinan Buntet Pesantren memaknai organisasi ISIS adalah
kelompok yang menginginkan perubahan drastis tanpa toleransi serta dengan
segala cara yang dapat mengakibatkan aksi kekerasan. Kedua, menggunakan ayatayat
Al Qur’an dan Hadist secara instan tanpa mempelajari ilmu gramatika Arab
sebagai metode memahami Al Qur’an dan Hadist. Adapun strategi dakwah
pimpinan pondok buntet pesantren yaitu : Pertama, mencegah paham ISIS dengan
strategi dakwah melalui kegiatan seminar yaitu dengan memberi materi tentang
ISIS kepada murid/santri sebagai bekal ilmu bahwa ISIS itu bertentangan dengan
Islam Ahlusunnah wal Jama’ah. Kedua, membekali ilmu agama dengan disiplin
ilmu nahwu, sorof, balaghoh, bayan, mustholahul hadist dan usul fiqh sebagai alat
untuk memahami isi dan kandungan Al Qur’an dan Hadist yang dibimbing oleh
kyai dan Ketiga, menanamkan jiwa nasionalisme melalui pembelajaran sejarah
pahlawan.
Kata Kunci : Strategi Dakwah, Pimpinan, ISIS