Rocheni, NIM :14111190033 yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Quran
pada Siswa Kelas VI dengan Menggunakan Metode Qiroati SDN 2 Serangwetan Kabupaten
Cirebon Tahun 2014-2015”.
Al - Qur‟an menurut bahasa adalah “bacaan”. Adapun definisi al-quran adalah kalam
Allah SWT. yang merupakan mu‟jizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi
Muhammad SAW. dan membacanya adalah ibadah. Al-Qur‟an adalah kitab suci yang
diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai salah satu rahmat yang tidak ada
taranya bagi alam semesta. Di dalamnya terkumpul wahyu illahi yang menjadi petunjuk,
pedoman, dan pelajaran bagi siapa yang mempercayainya serta mengamalkannya. Bagaimana
bisa menggali nilai-nilai Al-quran dalam rangka membentengi diri dalam menghadapi
budaya-budaya yang merusak moral jika anak tidak dapat membaca Al-quran. Berdasarkan
uraian tersebut di atas penulis tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas terkait
kurangnya kemampuan membaca al-quran pada siswa kelas VI SDN 2 Serangwetan
Kabupaten Cirebon.
Metode Qiro‟ati adalah suatu metode membaca Al-Qur‟an yang langsung
memasukkan dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan qoidah ilmu tajwid. Dari
pengertian di atas dapat diketahui bahwa dalam metode qiro‟ati terdapat dua pokok yang
mendasari yakni :membaca Al-Qur‟an secara langsung dan pembiasaan pembacaan dengan
tartil sesuai dengan ilmu tajwid .membaca Al-Qur‟an secara langsung maksudnya adalah
dalam pembacaan jilid ataupun Al-Qur‟an tidak dengan cara mengejah akan tetapi dalam
membacanya harus secara langsung.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, adapun tahapan-tahapan yang
dilakukan dalam tindakan kelas ini menggunakan model yang digunakan oleh Kurt Lewin.
Tahapan-tahapan penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi 4 tahapan pada setiap siklus
yaitu : 1. Perencanaan (planning) 2. Aksi atau tindakan (acting) 3. Obervasi (Observing) 4.
Refleksi (reflecting).
Dari hasil penelitian ini dapatlah penulis menarik kesimpulan dari hasil analisa
diskripsi prosentase menunjukkan bahwa persentase siswa yang dapat membaca Al Qur‟an
mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I yang tidak dapat membaca Al
Qur‟an 13 % , yang agak lancar membaca Al Qur‟an 55 % dan yang lancar membaca Al
Qur‟an 32%. Siklus II yang tidak dapat membaca Al Qur‟an 0 %, yang agak lancar membaca
Al Qur‟an 55 % dan yang dapat membaca al qur‟an 45%. Siklus III yang tidak dapat
membaca Al Qur‟an 0 %, yang agak lancar membaca Al Qur‟an 8 % dan yang lancar
membaca al qur‟an 92%