MANAJEMEN KELAS DAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
HUBUNGANNYA DENGAN PENCAPAIAN PRESTASI
BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 18 KOTA CIREBON
Deddy Hendriady. Manajemen Kelas dan Implementasi Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) Hubungannya dengan Prestasi Belajar Siswa di SMP
Negeri 18 Kota Cirebon. Tesis. Cirebon : Program Pascasarjana Institut Agama
Islam Negeri Syekh Nurjati. 2011.
Manajemen kelas yang diterapkan bertujuan untuk mengelola kelas agar
kegiatan belajar mengajar berjalan efektif. Untuk mencapai pembelajaran efektif
dengan menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sebagai
pedoman pembelajaran. Meskipun manajemen kelas sudah berjalan dan
kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sudah berjalan, namun prestasi
belajar siswa masih rendah. Oleh karena itu, apakah rendahnya prestasi belajar
siswa ada hubungannya dengan manajemen kelas dan implementasi kurikulum
tingkat satuan pendidikan (KTSP).
Tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk:
1) Mendeskripsikan hubungan manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa di
SMP Negeri 18 Kota Cirebon; 2) Mendeskripsikan hubungan implementasi
kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan prestasi belajar siswa di
SMP Negeri 18 Kota Cirebon; 3) Mendeskripsikan hubungan manajemen kelas
dan implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan prestasi
belajar siswa di SMP Negeri 18 Kota Cirebon.
Kerangka pemikiran penelitian adalah bahwa manajemen kelas mempunyai
peranan dalam kegiatan belajar mengajar. Kelas yang dikelola dengan
manajamen kelas profesional dapat menciptakan suasana pembelajaran yang
kondusif, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif. Selanjutnya
ktsp merupakan kurikulum yang digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan
belajar mengajar di kelas. Berdasarkan ktsp, guru menyusun perangkat
pembelajaran yang berfungsi sebagai alat atau pedoman pengajaran. Sedangkan
implementasi ktsp, ditujukan kepada siswa yang diterapkan dalam kegiatan
belajar mengajar di kelas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif (descriptive
survey). Metode survey deskriptif (descriptive survey) menjelaskan tentang
hubungan atau korelasi antar variabel yaitu variabel independen (X1, X2) terhadap
variabel dependen (Y), berikutnya melakukan pengujian hipotesis dan tingkat
signifikansi. Sedangkan untuk pengumpulan data, dilakukan melalui observasi,
penyebaran kuesioner dan studi pustaka.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Terdapat hubungan kuat dan
signifikan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar sebesar 0,738 dengan
kontribusi sebesar 54,5%. (2) Terdapat hubungan kuat dan signifikan antara
kurikulum tingkat satuan pendidikan (ktsp) dengan prestasi belajar sebesar 0,781
dengan kontribusi sebesar 61%. (3) Terdapat hubungan kuat dan signifikan antara
manajemen kelas dan implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (ktsp)
secara simultan (bersama-sama) dengan prestasi belajar sebesar 0,775 dengan
kontribusi sebesar 65,4%