Rohendi. NIM 14123141146. “Invasi Timur Lenk Terhadap Wilayah
Islam (1370-1405 M)”. Skripsi. Cirebon : Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah.
Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam. Februari 2017.
Invasi yang dilakukan oleh Timur Lenk yang juga masih keturunan
Mongol mewakili gelombang besar ketiga penaklukkan suku bangsa Asia Tengah
terhadap dunia Islam. Ia mulai melakukan serangkaian penaklukan panjang yang
diiringi dengan penghancuran selama tiga puluh lima tahun sampai ia meninggal
dunia. Tidak heran bila banyak kota dan daerah yang dikuasai dinasti lain berhasil
dikuasai Timur. Ia melihat dirinya sebagai cambuk Allah yang dikirim untuk
menghukum para Amir Muslim atas tindakan mereka yang menurut Timur tidak
adil. Ia berkata “jika hanya ada satu Tuhan yang berkuasa di langit, maka di
dunia ini pun hendaknya hanya satu raja pula yang berkuasa”, yaitu dirinya
sendiri. Namun, meski terkenal sebagai seorang penakluk yang kejam, ia juga
dikenal sebagai seorang pembangun peradaban.
Maka dalam Skripsi ini penulis merumuskan tujuan sebagai berikut yaitu
daerah mana saja yang ditaklukkan Timur Lenk dan dampak dari invasi yang
dilakukan Timur Lenk terhadap kemajuan pemerintahannya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sejarah (studi historis)
dan menggunakan metode analisis-deskriptif sebagai seperangkat prosedur.
Adapun metode sejarahnya terdiri dari empat langkah yaitu: Pertama,
pencarian/pengumpulan data (heuristik). Kedua, vertifikasi sumber data yang di
dapat. Ketiga, interpretasi data yang telah ada. Dan keempat, penulisan data-data
(historiografi), Adapun dalam penulisan ini mengkaji seputar invasi Timur Lenk
dan dampak dari invasi yang dilakukan Timur Lenk terhadap kemajuan
pemerintahannya.
Dari penelitian ini penulis memiliki kesimpulan bahwasanya wilayah yang
ditaklukkan Timur Lenk merupakan wilayah-wilayah yang pernah menjadi
kekuasaan Mongol Raya, mulai dari wilayah Chaghatay, Hulagu Khan di Persia,
kemudian ke utara pada ulus (wilayah) Jochi yang sebagian besarnya dihuni oleh
suku Turki Kipchak yang sering disebut sebagai Gerombolan Emas (Golden
Horde). Hal ini berdampak pada perkembangan pemerintahannya yang terus
menerus mengalami kemajuan, baik dari jumlah pasukan yang semakin bertambah
banyak, wilayah kekuasaan yang semakin luas, kemakmuran perekonomian
negara, dan juga ilmu pengetahuan serta seni arsitektur.
Kata kunci : Timur Lenk, Invas