Bimbingan orang tua dirumah sangat dibutuhkan anak untuk meraih prestasi yang baik
di sekolah. Namun dalam kenyataan banyak keluarga di indonesia yang seharusnya anak-anak
mendapat kasihsayang, bimbingan dan pendidikan dari orang tua, mereka tidak
mendapatkanya, karena ditinggal oleh ibu untuk bekerja di luar negeri sebagai TKW.
Akibatnya berdampak buruk pada kegiatan belajar di sekolah. Motivasi dan Prestasi dalam
belajar merekah rendah. Apakah kepergian Ibu menjadi TKW ke luar negeri berhubungan
dengan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa MTs Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu
menjadi TKW? Bagaimana respon siswa MTs Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu
menjadi TKW? Bagaimana motivasi dan prestasi belajar Siswa MTs Rabithatul ‘Ulum
Krangkeng Indramayu menjadi TKW? Bagaimana hubungan kepergian ibu menjadi TKW
dengan motivasi dan prestasi belajar siswa di MTs Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu?
Motivasi dan prestasi terpengaruh oleh kondisi psikologis siswa. Situasi pribadi
terutama emosional yang dihadapi siswa-siswa tertentu. Pertentangan yang dialami, situasi
kekecewaan (prustasi), kesedihan, situasi dalam keluarga yang kurang mendukung situasi
belajar, kekacauan rumah tangga, kurang perhatian orang tua dan sebagainya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan respon siswa MTs Rabithatul
‘Ulum Krangkeng yang ibunya menjadi TKW. Untuk menjelaskan motivasi dan prestasi
belajar siswa MTs Rabithatul ‘Ulum yang ibuya pergi menjadi TKW. Untuk membuktikan
hubungan kepergian ibu menjadi TKW dengan motivasi dan prestasi belajar siswa di MTs
Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu.
Teknik penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, observasi, angket yang
disebarkan pada siswa yang ditinggal pergi oleh ibunya menjadi TKW. Sampel penelitian
adalh siswa yang ditinggal pergi oleh ibunya menjadi TKW tahun pelajaran 2012-2013 yang
berjumlah 42 siswa.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini membuktikan bahwa respon siswa MTs
Rabithatul ‘Ulum Krangkeng Indramayu terhadap terhadap kepergian ibunya menjadi TKW
rata-rata (61,08%) menanggapi negatif. Para siswa sebetulnya tidak mendukung ibunya
menjadi TKW. Sebagian besar (58,325 ) tidak mendapat perhatian orang tua , dan rata-rata
mereka tidak memiliki semangat belajar bahkan cenderung malas. Hubungan kepergian ibu
menjadi TKW dengan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa cukup segnifikan (0,79).
Artinya kepergian ibu menjadi TKW terkait dengan motivasi dengan motivasi dan prestasi
belajar siswa. Semakin banyak ibu yang pergi menjadi TKW kemungkinan akan semakin
banyak yang motivasi dan prestasi belajarnya rendah