Moh. Abid Mabrur. 14123141140. Pengaruh Karya Syekh Nawawi Al-Bantani
Dalam Tradisi Kajian Kitab Kuning (Kitab Klasik) Di Pesantren Buntet.
Skripsi Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam.
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua yang ada di
Nusantara yang berkembang sampai saat ini, di dalamnya menggunakan kitab
kuning sebagai kajiannya, kyai merupakan pengajar dan santri sebagai muridnya.
Tradisi kajian kitab kuning di pesantren dalam kajiannya yang digunakan adalah
kitab-kitab karya dari berbagai ulama terdahulu, seperti Syekh al-Bantani yang
merupakan ulama asal Indonesia yang mampu menghasilkan karya sehingga
dijadikan kitab rujukan keilmuan Islam.
Penelitian yang dilakukan ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh karya
Syekh Nawawi yang terdapat di pesantren Buntet. Adapun rumusan masalah yang
akan dibahas dalam penelitian ini adalah: Bagaimana biografi dan perjalanan
intelektual Syekh Nawawi al-Bantani, apa karya-karya syekh Nawawi al-Bantani
dan jaringan intelektualnya, dan bagaimana pengaruh karya-karya syekh Nawawi
al-Bantani dalam tradisi kajian kitab kuning di pesantren Buntet
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan sejarah yang
terdiri dari empat tahapan, yaitu sebagai berikut. Heuristik (pengumpulan data),
verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan
sejarah).
Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: kealiman Syekh
Nawawi mampu membuatnya menjadi sosok yang berpengaruh dalam dunia
pendidikan Islam, kemampuannya dalam menghasilkan karya sangat membuatnya
menjadi ulama yang masyhur. Karya yang dihasilkan menjadi kitab ynag
dijadikan kajian di berbagai pesantren, pesantren Buntet salah satu yang
menggunakan karya Syekh Nawawi. Dalam mengkaji kitab karangan Syekh
Nawawi banyak pengaruh yang diberikan seperti ringannya sajian yang diberikan
Syekh Nawawi dalam tulisannya sehingga mampu memudahkan pengajar untuk\ud
menyampaikan dan mudahnya santri untuk menerima penyampaian dan terjadilah
keberhasilan penyampaian keilmuan antara kyai dan santri.
Kata Kunci: Syekh Nawawi al-Bantani, Pengaruh, Kitab kuning, Pesantren
Buntet