MUSLIKIN :
Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di SMPN 8 Kota
Cirebon, ditemukan bahwa guru memiliki peranan yang penting dan strategis
terutama guru Mata Pelajaran IPS dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi.
Namun dalam kenyataannya guru IPS masih menggunakan metode konvensional
yaitu metode ceramah dan tanya jawab.
Fenomena yang terjadi di lapangan tersebut membuat penulis terdorong
untuk meneliti tentang profesionalisme guru mata pelajaran IPS dalam
menanamkan nilai-nilai demokrasi. Karena profesionalime yang dimiliki guru
mata pelajaran IPS memiliki pengaruh besar dalam kesuksesan belajar siswa.
Profesionalisme yang dimiliki guru mata pelajaran IPS muncul benar-benar
berasal dari ketulusan hati dan wujud tanggung jawab sebagai tenaga pendidik di
Negeri Indonesia ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data mengenai peranan dan
langkah-langkah guru mata pelajaran IPS dalam menanamkan nilai-nilai
demokrasi terhadap siswa kemudian mendeskripsikanya, serta penelitian ini juga
bertujuan untuk mengetahui implikasi mata pelajaran IPS terhadap kebutuhan dan
minat siswa.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research
(penelitian/studi pustaka) dan field research (penelitian lapangan) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif serta menggunakan teknis analisis isi (content
analisys) berupa empat langkah yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display
data dan conclusy data atau pengambilan kesimpulan. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi
pustaka. Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data teoritik dan data
empirik. Sumber data teoritik diambil dari referensi buku-buku dan referensi
lainya yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil
kegiatan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan beberapa
responden. Objek penelitian ini adalah guru mata pelajaran IPS.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) pelaksanaan pendidikan
berbasis demokrasi melalui mata pelajaran IPS dilakukan dengan berbagai
strategi, metode, model dan pendekatan yang dilakukan secara terpadu.
Penanaman nilai-nilai demokrasi juga dilakukan secara intensif baik dalam KBM
maupun luar KBM seperti kegiatan pemberian keteladanan dan kegiatan
ektrakurikuler yang terprogram. 2) terdapat sikap demokrasi pada siswa dalam
pelaksanaan pendidikan demokrasi pada mata pelajaran IPS melalui pembiasaan
diantaranya kegiatan pemilihan ketua kelas, pembelajaran IPS dengan metode
diskusi dan kesadaran diri peserta didik akan kebersamaan pada saat belajar. 3)
adanya fakta-fakta penanaman nilai demokrasi, misalnya pada saat pembelajaran
adanya sikap menghargai pendapat orang lain, toleransi dan kebebasan yang
bertanggung jawab.
Kata Kunci: Guru, IPS dan Nilai Demokrasi