PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING
AND LEARNING (CTL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR AQIDAH AHLAK
PADA SISWA KELAS III DI MI HIDAYATUS SHIBYAN
KECAMATAN TALUN KABUBATEN CIREBON
ZAHROTUL JANNAH :
Berdasarkan wawancara awal bahwa proses pembelajaran Aqidah Ahlak
sudah dilaksanakan sesuai dengan tujuan pendidikan tapi pada kenyataanya
prestasi belajarnya masih rendah, terlebih lagi dalam pengaplikasiannya dalam
kehidupan sehari-hari masih jauh dari harapan, yang dimana sebagai seorang
pendidik berharap siswa mampu memahami teori aqidah ahlak dan dapat
mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.Salah satu model pembelajaran yang
tepat untuk meningkatkan prestasi belajar aqidah ahlak adalah dengan
menerapkan model pembelajaran CTL.
Tujuan Penelitian ini adalah memperoleh data tentang penerapan model
pembelajaran CTL dalam proses pembelajran aqidah ahlak, untuk mengetahui
prestasi belajar aqidah ahlak pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan untuk
mengetahui pengaruh penerapan model pembelajran CTL terhadap prestasi belajar
aqidah ahlak.
Proses pembelajaran aqidah ahlak bukan hanya sekedar memahami teori
tetapi juga pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan model
pembelajaran CTL siswa akan lebih aktif dikarenakan model pembelajaran CTL
adalah model pembelajaran yang didalam prosesnya seorang guru
menghubungkan materi ajar dengan kehidupan siswa secara nyata yang terdiri
dari tujuh tahapan yakni kontruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar,
pemodelan, refleksi dan penilaian autentik.
Pengumpulan data yang dilakukanolehpenulismenggunakanteknikangket,
tes, observasi, studi dokumentasi,wawancara dan studi kepustakaan. Sampel
dalam penelitian ini adalah siswa kelas III MI Hidayatus Shibyan yang berjumlah
47 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen
Research.
Berdasarkan hasil data yang ditemukan penulis dari perhitungan angket
dapat disimpulkan dari 15 pertanyaan mengenai penerapan model pembelajaran
CTL pada mata pelajaran aqidah ahlak diketahui 19% responden menjawab
“selalu”, 61% responden menjawab “sering”, 17% responden menjawab “kadangkadang”,
dan 3% responden menjawab “pernah”, dengan demikian berarti bahwa
siswa merespon baik tehadap model pembelajaran CTL yang diterapkan guru
dalam mata pelajaran aqidah ahlak, kemudian dari pengujian hasil statistik
diperoleh nilai t = 4,41 dengan derajat kebebasan 47-2 = 45, α = 0,05 dan
diperoleh nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan
signifikan antara prestasi belajar aqidah ahlak kelas eksperimen dan kelas kontrol,
hal ini dapat dilihat dari N-gain kelas eksperimen 0,52 lebih besar dariN-gain
kelas kontrolsebesar 0,29, dan pengaruh penerapan model pembelajaran CTL
terhadap prestasi belajar aqidah ahlak 67% dipengaruhi oleh penerapan model
CTL dan 33% dipengaruhi oleh variabel lain