PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK SAINS BERBASIS
KONTEKSTUAL PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
KELAS XI SMAN 1 LOSARI
ABU KHOER AN NUR :
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan bagi manusia, dan menjadi indikator kemajuan
masyarakat. Masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting bagi kehidupan. Proses
belajar mengajar telah berlangsung sejak lama di Indonesia, bukan berarti tidak ada masalah
yang ada di dunia pendidikan. Permasalahan yang timbul salahsatunya adalah keterampilan
berpikir kritis siswa yang masih rendah, dikarenakan pembelajaran masih belum
memaksimalkan media yang ada.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji (1) perbedaan peningkatan keterampilan
berpikir kritis siswa yang diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual
dengan siswa yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual,
(2) perbedaan aktivitas belajar siswa yang menerapkan media pembelajaran komik sains
berbasis kontekstual dengan siswa yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains
berbasis kontekstual, dan (3) respon siswa terhadap pembelajaran biologi dengan
menggunakan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dengan siswa yang tidak
diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni tahun ajaran 2014-2015 di
SMAN 1 Losari. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di SMAN1 Losari
yang berjumlah 120 siswa. Sampel diambil secara acak, yakni kelas XI IPA 1 yang berjumlah
40 siswa sebagai kelas yang tidak diberikan pembelajaran dengan menggunakan media
pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dan XI IPA 2 yang berjumlah 40 siswa
sebagai kelas yang diberikan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran komik
sains berbasis kontekstual.
Hasil penelitian ini menunjukkan (1) keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa
menunjukan peningkatan N-Gain dengan kategori rendah. Hasil uji statistik menunjukan
bahwa nilai Sig. 0,000 < 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian diketahui
bahwa terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara
siswa yang diajar dengan menggunakan media komik sains berbasis kontekstual dengan kelas
yang tidak menggunakan media komik sains berbasis kontekstual. (2) peningkatan aktivitas
belajar siswa yang menerapkan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dengan
siswa yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual. (3)
presentase rata-rata angket secara keseluruhan sebesar 76 % lebih besar daripada kelas yang
tidak menggunakan media komik sains berbasis kontekstual yakni sebesar 60%.
Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat
perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas yang
menerapkan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dengan siswa yang tidak
diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual, aktivitas belajar siswa
kelas yang diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual dengan siswa
yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis kontekstual, dan siswa
memberikan respon yang positif terhadap media pembelajaran komik sains berbasis
kontekstual dengan siswa yang tidak diajar dengan media pembelajaran komik sains berbasis
kontekstual.
Kata Kunci : Media Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning), komik
sains, keterampilan Berpikir Kriti