Implikasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Profesionalitas
Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembinaan Akhlak Siswa
Di SMK Muhammadiyah Kramat Kabupaten Tegal
Persoalan akhlak sesungguhnya merupakan persoalan yang sangat mendasar dan
merupakan pondasi esensial yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam menjalani
hidup dan kehidupannya. Oleh karena itu, pembinaan akhlak karimah kepada setiap
individu merupakan hal yang mutlak diperlukan bahkan diharuskan, termasuk di
dalamnya adalah pembinaan akhlak terhadap para siswa.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: a. Bagaimana gaya kepemimpinan
kepala sekolah SMK Muhammadiyah Kramat Kabupaten Tegal? b. Bagaimana profesionalitas
gurunya? c. Apa upaya yang dilakukan guru pendidikan agama Islam dalam
membina akhlak karimah siswa. d. Apa faktor pendukung dan penghambat dalam
membina akhlak karimah siswa. e. Apa implikasi gaya kepemimpinan kepala sekolah
dan profesionalitas guru terhadap pembinaan akhlak karimah siswa di SMK
Muhammadiyah Kramat Kabupaten Tegal.
Tujuan penelitian ini adalah: Menjelaskan gaya kepemimpinan kepala sekolah
dan profesionalitas guru SMK Muhammadiyah Kramat. Menjelaskan upaya guru
pendidikan agama Islam dalam membina akhlak karimah siswa serta faktor pendukung
dan penghambatnya. Menjelaskan implikasi gaya kepemimpinan kepala sekolah dan
profesionalitas guru terhadap pembinaan akhlak karimah siswa di SMK Muhammadiyah
Kramat Kabupaten Tegal.
Penelitian ini menggunakan metode riset lapangan (field research) yaitu metode
dokumentasi, wawancara dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan
metode analisis deskriptif interpretative, menggunakan pendekatan fenomenologis.
Kesimpulan penelitian ini adalah: 1. Gaya kepemimpinan kepala sekolah
merupakan norma perilaku yang digunakan oleh sesorang kepala sekolah pada saat
orang tersebut mencoba memengaruhi perilaku orang lain. 2. Gaya kepemimpinan
kepala sekolah SMK Muhammadiyah Kramat: Demokratis, Transformasional dan
Visioner. 3. Upaya guru PAI dalam rangka pembinaan akhlak siswa melalui:
kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, keteladanan dan pembiasaan-pembiasaan positif. 4
Faktor pendukung meliputi: kesadaran kepala sekolah terhadap pentingnya kinerja dan
profesionalitas guru, guru profesional, kedisiplinan guru dan tersedianya sarana dan
prasarana keagamaan. Faktor penghambat meliputi: kurangnya minat untuk belajar ilmu
agama secara mendalam, kerjasama yang kurang harmonis antara orang tua dengan
lembaga pendidikan, perkembangan teknologi yang belum seimbang dengan kesiapan
mental generasi muda. 5. Implikasi gaya kepemimpinan kepala sekolah dan
profesionalitas guru terhadap pembinaan akhlak siswa meliputi: Implikasi gaya
Kepemimpinan Kepala Sekolah: munculnya semangat kerja para guru, terciptanya
kedisiplinan yang kuat, terciptanya iklim belajar yang kondusif. Implikasi
profesionalitas guru: percaya diri, meningkatnya mutu pendidikan agama Islam,
meningkatnya nilai hasil UAN. 3. Implikasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan
Profesionalitas Guru: proses pembinaan akhlak karimah siswa di SMK Muhammadiyah
Kramat Kabupaten Tegal berjalan dengan lancar dan bermutu