PERAN KEPEMIMPINAN KYAI
DAN KOPERASI PONDOK PESANTREN (KOPONTREN)
DALAM PEMBENTUKAN JIWA KEMANDIRIAN
DAN ENTREPRENEURSHIP SANTRI
DI PONDOK PESANTREN AL-ISHLAH BOBOS CIREBON
ABDUL KARIM, NIM. 505810049 Peran Kepemimpinan Kyai dan Koperasi
Pondok Pesantren (Kopontren) dalam Pembentukan Jiwa Kemandirian dan
Entrepreneurship Santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bobos Cirebon.
Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga apa yang bisa dilihat, bisa
dipanca-inderakan, dan bisa dirasa itu mengandung unsur pendidikan. Para
pendidik mempunyai tugas mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan
manusia Indonesia berkepribadian mantap dan mandiri. Di dalam pondok
pesantren, kepemimpinan kyai dan lembaga usaha sangat urgen dalam
membentuk kemandirian dan kewirausahaan santri. Untuk itu, diperlukan seorang
kyai yang berjiwa berani, kreatif-inovatif serta progresif untuk keberlanjutan
pesantren dan lulusannya. Berkaitan dengan itu, kyai dan koperasi pondok
pesantren (kopontren) al-Ishlah berperan sebagai pengelola pesantren, namun
beraktivitas kewirausahaan di luar lingkungan pesantren, hal tersebut
diindikasikan dengan kepemilikan bisnis kyai dan unit-unit usaha yang dikelola
oleh kopontren di luar lingkungan pesantren. Tapi fenomenanya, santri
menunjukan jiwa kemandirian dan kewirausahaan di dalam pesantren, baik berupa
aktivitas antar personal maupun lingkup organisasi santri.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran kepemimpinan kyai
dan kopontren dalam pembentukan jiwa kemandirian dan entrepreneurship santri
di pondok pesantren berbasis entrpreneurship, hasil penelitian ini diharapkan
dapat dipergunakan khususnya bagi kyai dan kopontren al-Ishlah dalam
meningkatkan kualitas pondok dan lulusannya yang berjiwa mandiri dan
entrepreneurship.
Kerangka pemikiran penelitian ini adalah bahwa kemandirian dan
entrepreneurship santri dibentuk oleh peran kepemimpinan kyai dan koperasi
sebagai lembaga entrepreneur. Pembentukan kemandirian tidak hanya materi di
kelas namun apa yang dilihat, didengar dan dirasa oleh santri pun dapat
membentuk kemandirian dan entrepreneurship santri.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil lokasi di
Pondok Pesantren al-Ishlah Bobos Cirebon. Subyek data dalam penlitian ini
adalah Kyai, santri dan pengurus yayasan serta kopontren al-Ishlah. Pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian
datanya dianalisis melalui preliminary analisis.
Hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa peran kyai dalam
pembentukan jiwa kemandirian yaitu melalui kegiatan organisasi, praktek di
masyarakat serta menjalin kerjasama dengan instansi ahli. Peran kopontren dalam
pembentukan entrepreneurship santri melalui subsidi dana dan modal,
pembekalan dan pelatihan kewirausahaan, magang di unit-unit usaha, serta
kerjasama dengan tim ahli kewirausahaan