UMI SALAMAH “Pengaruh Penggunaan Model Kooperatif STAD (Student
Teams Achievement Division) terhadap Kemampuan
Komunikasi Matematika Siswa”
Guru dianggap sebagai pihak yang paling berpengaruh dalam keberhasilan proses
pembelajaran. Setiap guru dituntut untuk mampu memilih model pembelajaran
yang tepat. Tujuan pembelajaran matematika salah satunya untuk
mengembangkan kemampuan komunikasi matematika. Muncul anggapan bahwa
kemampuan komunikasi matematika dapat dikembangkan melalui penggunaan
model kooperatif, khususnya model kooperatif tipe STAD. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematika siswa, untuk
mengetahui respon penggunaan model kooperatif STAD pada siswa kelas X
MAN Cirebon I Tahun Pelajaran 2012/2013, serta untuk mengetahui besarnya
pengaruh penggunaan model kooperatif STAD terhadap kemampuan komunikasi
matematika siswa. Model kooperatif STAD merupakan model pembelajaran
berkelompok yang dikembangkan berdasarkan teori konstruksivisme, yang setiap
anggota kelompok harus saling bersinergi untuk memperoleh nilai terbaik.
Sedangkan kemampuan komunikasi matematika siswa adalah kemampuan siswa
dalam memahami ide-ide matematika dan merepresentasikannya kembali dalam
bentuk lisan dan tulisan. Belajar matematika penekanannya adalah bagaimana
proses siswa belajar. Hal ini sejalan dengan aliran konstruksivisme. Oleh karena
itu model kooperatif STAD diharapkan dapat membangun dan meningkatkan
kemampuan dalam belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas X MAN Cirebon I Tahun Pelajaran 2012/2013 yang
berjumlah 470 siswa. Siswa kelas X.4 merupakan sampel dalam penelitian ini
yang diambil berdasarkan teknik cluster random sampling. Penelitian dilakukan
dengan memberikan perlakuan pada sampel, kemudian diberikan post-tes dan
penyebaran angket. Hasil deskripsi data menyatakan bahwa penggunaan model
kooperatif STAD memperoleh respon siswa dengan skor rata-rata 76,5. Hal ini
menunjukkan bahwa respon yang tinggi diberikan oleh siswa terhadap model
tersebut. Sedangkan rata-rata nilai tes yang diperoleh sebesar 81,90 yang termasuk
dalam kategori baik. Selain itu analisis dan hasil penelitian dengan menggunakan
uji korelasi dan uji hipotesis diperoleh koefisien korelasi 0,949 termasuk dalam
kategori harga koefisien korelasi tinggi. Sedangkan untuk uji hipotesis diperoleh
persamaan regres