Nununng Sabariayah: Peran Pentingnya Kecerdasan Spiritual dalam
Hubungannya Dengan Ilmu Pengetahuan.
Tuhan menciptakan alam, manusia, dan Al-Qur‟an di dunia untuk dijadikan
obyek ilmu(media pembelajaran), yang mana manusia adalah subjeknya. Sebagai
subjek (kholifah), untuk memahami tanda-tanda yang diperoleh melalui obyek
ilmu tersebut, manusia membutuhkan pengetahuan yang akan mengantarkannya
pada kehidupannya yang hakiki.
Melalui misi suci tersebut manusia memiliki tanggung jawab untuk
mengelola/mengatur bumi dan seisinya sebagai rahmatan alamin. Untuk mencapai
itu semua manusia, maka diperlukan suatusistem atau aturan baku yang dapat
digunakan sebagai acuan produtivitasnya, di sinilah Tuhan menurunkan agama
Islam (QS. Al-Maidah [4]: 3)sebagai aturan yang mengikat (membatasi seseorang
untuk berbuat sewenang-wenang/berlebih-lebihan), sehingga dapat menjaga
kestabilitasan atas kekhalifahan manusia di bumi sesuai dengan fungsinya, yang
dengan itu pula Tuhan menganugerahinyaberupa potensi khusus yang hanya ada
pada manusia, yaitu akal (otak) dan hati (ruh/jiwa/spiritualitas).
Bagi manusia-manusia modern potensi-potensi tersebut dimanifestasikan
sebagai potensi-potensi kecerdasan yang terangkum dalam tiga ”Q‟, yaitu
Kecerdasan Intelektual (Intellegenn Quotiont) dalam ilmu Neurilogi kecerdasan
intelektual berada dalam otak bagian neukortek/otak depan sering dikena sebagai
otak rasional/otak berpikir/otak kiri. Kecerdasan Emosi (Emotional Quotiont),
dikenal dalam sistem (limbik) kerja otak kanan (berpikir acak, seni, dan
sebagainya) dan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotiont), ada yang berasumsi
bahwa ia merupakan otak tengah (Otak yang menghubungkan antara otak kiri dan
otak kanan) yang menurut V. Ramachandra berpusat pada temporal lobe (otak
temporal).
Kehidupan di era modern ini dengan berbagai fasilitas yang diperoleh manusia
melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi telah menggeser
paradigma/telah terjadi pendistorsian antara agama (spiritualitas) dan ilmu
pengetahuan yang berakibat pada kehidupan manusia yang “pincang”, yang oleh
Danah Zohar dan Ian Marsshall hal tersebut dikatakan sebagai krisis spiritual.
Dari fenomena tersebut, penulis terinspirasi untuk membuat skripsi ini dengan
judul Peran Pentingnya Kecedasan Spiritual dalam hubungannyallmu
Pengetahuan. Dengan harapan, pemahaman dari penguasaan ilmu pengetahuan
dan teknologi yangdiperoleh manusia dari usahanya dapat diimlementasikan
untuk tujuan kemaslahatan umat, bukan berdasarkan pada kekuasaan ataupun
pemusnahan/kerusakan