PENERAPAN PEMBELAJARAN PRAKTIKUM DAUR ULANG
LIMBAH ANORGANIK PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM
SECARA INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN
KREATIVITAS SISWA DI SMP NEGERI 1 CIAWIGEBANG
Dewi Yanuar: Penerapan Pembelajaran Praktikum Daur Ulang Limbah
Anorganik Pada Pokok Bahasan Ekosistem Secara Inkuiri
Terbimbing Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di SMP
Negeri 1 Ciawigebang
Pendidikan merupakan bagian penting bagi perkembangan suatu negara.
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kegiatan pembelajaran praktikum yang
kurang efektif, dimana peserta didik kurang antusias terhadap tugas praktikum
yang diberikan oleh guru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) penerapan model
pembelajaran inkuiri terbimbing pada praktikum daur ulang limbah anorganik
dalam meningkatkan kreativitas siswa di SMP Negeri 1 Ciawigebang 2).
peningkatan kreativitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri
terbimbing pada praktikum daur ulang limbah anorganik di SMP Negeri 1
Ciawigebang dan 3). respon siswa terhadap model pembelajaran inkuiri
terbimbing pada praktikum daur ulang limbah anorganik di SMP Negeri 1
Ciawigebang.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan
kuantitatif dan desain penelitian One-Shot Case Study. Teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling dengan satu kelas eksperimen. Teknik
pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk mengetahui penerapan
pembelajaran praktikum, tes tertulis dalam bentuk essay untuk mengetahui
peningkatan kreativitas siswa, dan angket untuk mengetahui respon siswa
terhadap pembelajaran inkuiri terbimbing. Teknik analisis data menggunakan uji
N-Gain, normalitas, homogenitas, hipotesis, analisis data angket dan statistik
deskriptif.
Berdasarkan analisis data diketahui bahwa : 1) penerapan pembelajaran
praktikum biologi secara inkuiri terbimbing dapat dikatakan sangat baik, hal ini
dapat dilihat dari aktivitas pembelajaran siswa dengan melakukan kegiatan
praktikum. 2.) terdapat peningkatan kreativitas siswa, hal ini diketahui dari nilai
Asymp.Sig adalah 0,000. Kalau dibandingkan, maka nilainya akan lebih kecil dari
0,05 (0,000 < 0,05), hal ini berarti bahwa Ho ditolak. 3) respon siswa terhadap
pembelajaran praktikum menurut 39 responden dinyatakan sangat kuat, karena
berdasarkan interpretasi didapatkan nilai 80,4% yang artinya terletak pada daerah
sangat kuat.
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa : 1) penerapan model
pembelajaran inkuiri terbimbing pada praktikum daur ulang limbah anorganik
dapat dikatakan sangat baik. 2) Pembelajaran praktikum biologi secara inkuiri
terbimbing sangat signifikan untuk meningkatkan kreativitas siswa. 3) respon
siswa menunjukkan sikap yang sangat positif dimana pembelajaran ini mendorong
kreativitas siswa, kemampuan bekerjasama dan berkomunikasi siswa, serta
keaktifan siswa.
Kata kunci: Daur Ulang Limbah Anorganik, Inkuiri Terbimbing, Kreativita