AGUS HERLAN (58320164): PENGARUH ANALISIS PEMBIAYAAN DAN
PENGAWASAN TEHADAP PENURUNAN PEMBIAYAAN BERMASALAH
(Studi Kasus pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Cirebon)
Analisis pembiayaan merupakan elemen penting dalam pemberian pembiayaan
kepada debitur. Diperlukan suatu analisis yang baik dan seksama terhadap semua
aspek pembiayaan yang dapat menunjang proses pemberian pembiayaan. Dalam
penyaluran pembiayaan, disamping harus memperhatikan prinsip-prinsip pemberian
pembiayaan dengan melakukan analisis pembiayaan, bank juga harus melakukan
pengawasan terhadap pembiayaan yang disalurkan. Pengawasan dilakukan pada saat
pemberian sampai dengan pembiayaan yang diberikan tersebut dilunasi oleh debitur.
Dengan demikian, bank harus menerapkan analisis pembiayaan dan pengawasan yang
efektif supaya bisa meminimalisir resiko – resiko yang terdapat dalam pembiayaan.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh
analisis pembiayaan terhadap penurunan pembiayaan bermasalah, bagaimana
pengaruh pengawasan terhadap penurunan pembiayaan bermasalah dan seberapa
besar pengaruh analisis pembiayaan dan pengawasan terhadap penurunan
pembiayaan bermasalah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh analisis
pembiayaan dan Pengawasan terhadap penurunan pembiayaan bermasalah pada Bank
Muamalat Indonesia cabang Cirebon.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari
wawancara, kuesioner/angket, studi dokumen serta observasi. Uji instrumen yang
digunakan yaitu validitas dan reliabilitas. Karena data berbentuk ordinal maka
ditransformasikan dahulu menjadi interval. Kemudian data dianalisis menggunakan
uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskodastisitas, uji regresi berganda,
pengujian hipotesis (uji F/simultan,uji koefisien determinasi, uji T/ parsial) uji
korelasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis pembiayaan dan pengawasan
secara bersama-sama mempengaruhi penurunan pembiayaan bermasalah. Hal tersebut
dapat dilihat dari hasil perhitungan uji F, bahwa Fhitung (23,792) > dari Ftable (3,63)
sedangkan signifikansi (0,000) < dari alpha pada taraf 5% atau 0,05. Sehingga Ha
diterima dan Ho ditolak. Sedangkan koefisien determinan (R Square) sebesar 0,7482
atau 74,8%, yang artinya penurunan pembiayaan bermasalah dapat diketahui/
dijelaskan oleh analisis pembiayaan dan pengawasan sebesar 74,8% dan sisanya
25,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: analisis pembiayaan, pengawasan dan pembiayaan bermasala