research

Studi Etnobotani Tumbuhan Obat di Kawasan Sekitar Danau Buyan-tamblingan, Bali

Abstract

Kawasan hutan sekitar Danau Buyan-Tamblingan masih memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi. Pada saat yang bersamaan, perluasan lahan pertanian dan pemukiman terjadi terus-menerus di kawasan tersebut. Oleh karena itu, upaya konservasi tumbuhan beserta pendokumentasian pengetahuan lokal terkait di sekitar kawasan Danau Buyan-Tamblingan perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat di sekitar Danau Buyan-Tamblingan, serta mengetahui jenis tanaman yang dianggap paling penting oleh kelompok masyarakat tersebut. Data etnobotani dikumpulkan dengan metode wawancara semi-struktur dan diskusi kelompok. Pemilihan responden dilakukan dengan purposive, yakni mencari responden yang dianggap memiliki pengetahuan etnobotani paling baik. Sebanyak lima responden telah diwawancarai. Penelitian ini mendokumentasikan tumbuhan obat sebanyak 69 jenis, yang termasuk ke dalam 60 marga dan 36 suku, dengan Zingeraceae merupakan suku yang paling banyak dimanfaatkan. Floristic region dari semua jenis tumbuhan yang terdokumentasi meliputi Malesiana (21,95%), India (18,90%), Indochina (16,46), dan Asia Timur (9,15). Daun merupakan bagian tumbuhan yang paling sering digunakan. Jenis tumbuhan yang memiliki indeks kegunaan tertinggi (UV=1) yaitu Acorus calamus L., Cocos nucifera L., Curcuma longa L., dan Zingiber officinale Roscoe. Keragaman penyakit yang di derita masyarakat sebanyak 37 jenis penyakit. Rematik, panas dalam dan sakit kepala merupakan penyakit ringan yang paling banyak diungkapkan oleh masyarakat sekitar Danau Buyan-Tamblingan

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 07/01/2018