Sebagai perguruan tinggi (PT) tentunya mengharapkan bahwa lulusan yang dihasilkannya dari : {1} segi kualitas, memuaskan ketika terjun di masyarakat (2) segi kuantitas, relevan dengan jumlah mahasiswa yang masuk atau yang aktif Kata kualitas dan kuantitas biasanya saling bertolak belakang. Sebagai contoh lulusan yang akan dihasilkan kualitasnya dinilai memuaskan, tapi dari segi kuantitas jumlahnya sangat sedikit. Dan sebaliknya, lulusan yang banyak biasanya kualitasnya tidak begitu memuaskan. Walau demikian, ini tidak menutup kemungkinan, lulusan yang dihasilkan banyak juga kualitasnya memuaskan. Penilaian kualitas dari lulusan biasanya tidak sama untuk setiap PTS, hal ini biasanya dipengaruhi `image\u27 atau `favorit\u27 masyarakat terhadap PT tersebut. Walau begitu `image\u27 tersebut akan kita abaikan. Kita Iihat standar yang ditetapkan oleh Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) misaInya dari Indeks Prestasi setiap semester (IP), IP Kumulatif, lama menyelesaikan pendidikan di PT tersebut. Sedangkan jumlah lulusan yang akan dihasilkan untuk setiap tahunnya agak sulit untuk diperkirakan biasanya tergantung pada jurusan/fakultas, mahasiswa angkatan ke berapa, kualitas dosen pembimbing dan sebagainya. Namun jumlah lulusan yang akan dihasilkan, salah satunya dapat diperkirakan dari lulusan sebelumnya, walau hasilnya belum tepat seratus persen. Sebagai pihak pengelola PTS tenra melakukan pendataan lulusannya, haik secara manual, semi otomatis atau komputerisasi. Hal ini selain sebagai Sistem Informasi Manajemen {MIS} juga dapat sebagai Sistem Pendukung Keputusan (DSS) yang dapat mengarrtisipasi beberapa permasalahan yang akan dihadapi ataupun membuat kebijaksanaan baru untuk perkembangan PTS tersebut. Sistem Pendukung Keputusan ini biasanya jarang diimplementasikan di PTS, karena menyangkut biaya pembanganan perangkat lunaknya atau mungkin juga karena keterbatasan sumber daya manusia yang melaksanakannya. Padahal jika dikeiola dengan baik, SPK ini akan memberikan gambaran kepada pihak pengelola, sejauh mana PTS ini berkembang, kebijaksanaan/langkah-langkah apa yang dapat diambil, mengapa jumlah lulusan hanya sejumlah X, berapa persentasenya lulusan untuk angkatan sekian yang menyelesaikan tepat waktu dan berapa jumlahnya. Seringkali pernyataan dan pertanyaan tersebut sulit untuk diberikan solusinya bila hanya mengandlakan pendataan secara manual atau semi otomatis. Bahkan yang dilakukan secara otomatis pun kadang pula hanya sekedar sistem informasi semata ynag tidak memeberikan nilai tambah kepada pihak pengelola