Wayang beber adalah salah satu kesenian warisan lokal genius nenek moyang
kita yang mendapat penghargaan Badan Dunia PBB melalui (United Nations
Educational, Scientific and Cultural Organization) UNESCO. Wayang beber terdiri dari
dua gaya yaitu gaya Pacitan dan gaya Wonosari. Keduanya memiliki perbedaan yang
sangat jelas, yaitu terdapat pada background-nya dan beberapa tokoh yang terlibat.
Penelitian ini ditujukan terhadap wayang beber gaya Pacitan, yang memiliki ciri
background sangat rumit dan memiliki nilai artistik yang sangat menarik. Dari keduanya
juga memiliki kaedah pembuatan yang berbeda terutama saat menerapkan warna yang
digunakan.
Penelitian ini meneliti anatomi yang terdapat pada tubuh wayang beber. Baik itu
tokoh utama maupun beberapa tokoh pembantu lainnya. Anatomi yang ditujukan
terhadap anggota tubuh yang terdapat pada wayang seperti aneka jenis mata, hidung,
mulut, telinga, tangan, kaki hingga busana dan asesoris yang digunakan. Selain itu
kajian ini juga akan mengungkap beberapa simbul yang terdapat pada background,
dimana dari background tersebut dapat diketahui kondisi dan lokasi yang sedang terjadi
pada setiap adegan.
Hasil pengklasifikasian yang didapat akan digunakan untuk membuat bahan ajar
yang pada akhirnya dapat diterapkan pada proses pembelajaran pada mata kuliah
wayang beber. Di mana selama ini belum ada buku literatur proses pembuatan wayang
beber yang sesuai dengan pakem berdasar kaedah-kaedah yang baik dan benar.
Demikian yang terjadi selama ini mahasiswa membuat karya wayang beber hanya
sebatas dapat membuat sebuah karya tanpa di dasari kaedah yang benar.
Menggunakan beberapa metode pendekatan secara langsung baik terhadap para
dalang, pengerajin dan seniman yang masih ada terutama Joko Sri Yono sebagai
seniman yang memegang pakem wayang beber gaya Pacitan, maupun dengan kajian
literatur yang ada dan dengan menggunakan beberapa pendekatan teoritis di harap dapat
menjawab rumusan yang ada