Manajemen berbasis sekolah/madrasah merupakan paradigma pendidikan yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah dengan maksud agar sekolah
leluasa mengelola sumberdaya dan sumberdana dengan mengalokasikannya sesuai
dengan prioritas kebutuhan.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi
manajemen berbasis sekolah/madrasah di SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri
Keras Diwek Jombang, bagaimana persamaan dan perbedaan dalam implementasi
manajemen berbasis sekolah/madrasah di SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri
Keras Diwek Jombang, dan apa faktor yang mendukung dan menghambat
implementasi manajemen berbasis sekolah/madrasah di SMP Negeri I Diwek dan
MTs Negeri Keras Diwek Jombang. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan implementasi manajemen berbasis sekolah/madrasah di SMP
Negeri I Diwek dan MTs Negeri Keras Diwek Jombang, persamaan dan perbedaan
implementasi manajemen berbasis sekolah di SMP Negeri I Diwek dan MTs
Negeri Keras Diwek Jombang, dan faktor pendukung dan penghambat
implementasi manajemen berbasis sekolah/madrasah di SMP Negeri I Diwek dan
MTs Negeri Keras Diwek Jombang,
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data
dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dari
penelitian ini adalah kepala sekolah SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri Keras
Diwek Jombang, wakil bagian kurikulum SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri
Keras Diwek Jombang, wakil bagian humas SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri
Keras Diwek Jombang, dan komite sekolah SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri
Keras Diwek Jombang. Untuk menganalisis data menggunakan teknik analisis
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen berbasis
sekolah/madrasah di SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri Keras Diwek ada lima
langkah, yaitu: Perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pelaporan.
Faktor pendukungnya adalah dukungan dari berbagai elemen yang ada di sekolah,
sarana dan prasarana yang memadai, dan etos kerja dan semangat yang tinggi dari
semua elemen yang ada. Sedangkan faktor penghambatnya tidak terlalu berarti.
Sedang faktor pendukung implementasi manajemen berbasis sekolah/madrasah di
MTs Negeri Keras Diwek adalah dukungan dari berbagai elemen yang ada di
sekolah, sarana dan prasarana yang dirasa masih kurang memadai, dan etos kerja xvii
dan semangat yang tinggi dari semua elemen yang ada. Dan faktor penghambatnya
adalah input siswa, ekonomi siswa, dan dana.
Sedangkan persamaan implementasi manajemen berbasis sekolah/madrasah
antara SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri Keras diantaranya adalah dapat
melaksanakan manajemen berbasis sekolah dengan berjalan baik berdasarkan latar
belakang masing-masing sekolah, dapat melaksanakan hubungan sekolah dan
masyarakat dengan berjalan baik berdasarkan strategi masing-masing sekolah,
serta melaksanakan monitoring dan evaluasi berdasarkan kemampuan pihak
sekolah masing-masing. Dan perbedaan dalam pelaksanaan manajemen berbasis
sekolah/madrasah antara SMP Negeri I Diwek dan MTs Negeri Keras diantaranya
adalah bentuk program yang dilaksanaan pada kedua sekolah, karena latar
belakang yang berbeda, sebuah wadah dalam berkoordinasi dengan masyarakat,
serta sarana dan prasarana yang sangat berbeda