Hiperglikemi merupakan suatu keadaan Kadar glukosa darah yang tinggi dari rentang
kadar puasa normal 80-90 mg / dl darah, kecepatan sekresi insulin minimum. Waktu
konsentrasi glukosa darah meningkat diatas 100 mg / 100 dl darah, kecepatan sekresi
insulin meningkat mencapai puncaknya yaitu 100 sampai 20 tingkat basal konsentrasi
glukosa darah antara 300-400 mg/100 dl darah.
Desain penelitian yang digunakan True-Eksperimen dengan pretest-posttest group
desain variable independennya pengaruh ekstrak jeruk nipis dan kayu manis dan
variable dependennya : penurunan kadar glukosa teknik sampling yang digunakan :
random sampling didapatkan sampel 25 sampel tikus jenis nartus norvegicus strain
wistar jantan, hasil diuji dengan uji Kruskal Wallis dengan tingkat α ≤0,05.
Hasil penelitian menunjukan kadar glukosa sebelum perlakuan pemberian ekstrak
jermanis pada kelompok perlakuan K3 sebesar 400 mg/dl, kelompok perlakuan K4
sebesar 346 mg/dl, kelompok perlakuan K5 sebesar 436, berdasarkan uji Kruskal
Wallis dengan kelompok kontrol positif K2 dengan kelompok perlakuan K3
(p=0,249), kelompok Kontrol positif K2 dengan kelompok perlakuan K4 (p=0,20),
kelompok control positif K2 dengan kelompok perlakuan K5 (p=0,206).
Pemberian ekstrak jermanis mempengaruhi kadar glukosa pada tikus nartus
norvegicus strain wistar jantan yang mengalami hiperglikemi alkibat induksi
streptozotacin. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan langkah-langkah akternatif
dalam menurunkan kadar glukosa pada pasien yang mengalami hiperglikemi