Indonesia ditargetkan menjadi kiblat fesyen busana muslim Asia pada 2018 dan kiblat
fesyen busana muslim Dunia pada 2020. Target tersebut dilandasi oleh perkembangan
bisnis busana muslim di Indonesia yang terus melaju dengan pesat. Fenomena ini
menimbulkan tingkat persaingan dalam bisnis busana muslim menjadi tinggi, khususnya
dalam loyalitas merek. Salah satu merek busana muslim tertua di Indonesia yaitu Shafira
mengalami penurunan dalam perkembangan jumlah member dan penjualan produk pada
periode 2010-2013 yang mengindikasikan turunnya loyalitas merek Shafira. Salah satu
faktor yang mempengaruhi konsumen untuk loyal terhadap merek adalah citra merek dan
kepuasan pelanggan. Citra merek yang positif dan kepuasan pelanggan yang tinggi akan
menciptakan loyalitas merek. Responden dalam penelitian ini adalah member busana
muslim Shafira di kota Bandung. Metode yang digunkan adalah deskriptif survei.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antara citra merek dan
kepuasan pelanggan terhadap loyalitas merek. Untuk mengukur pengaruh tersebut
digunakan path analysis. Dari hasil penelitian citra merek dan kepuasan pelanggan secara
simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek. Secara parsial
kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek,
sedangkan citra merek berpengaruh negatif dan signifikan terhadap loyalitas merek. Hal
yang perlu dilakukan oleh Shafira adalah mengarahkan citra merek kepada kepuasan
pelanggan untuk mendapatkan loyalitas merek