Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan untuk memfasilitasi peserta didik
mengembangkan potensi yang dimiliki, namun realitanya di SMPN dan SMAN
kota Bandung layanan tersebut kurang terealisasikan karena layanan yang
dilaksanakan masih berfokus pada pengentasan masalah. Kajian terhadap 96-item
VIA inventory of strengths for youth diharapkan dapat menjadi salah satu referensi
yang dapat membekali pihak-pihak terkait untuk merealisasikan layanan BK
tersebut. 96-item VIA inventory strengths for youth yang dikembangkan oleh
Christopher Peterson, Martin E.P. Seligman, Katherine Dahlsgaard, dan Nansook
Park di USA sebagai alat identifikasi kekuatan karakter pada peserta didik usia 13-
17 tahun di SMPN dan SMAN kota Bandung (sampel N=992). Reliabilitas dan
validitas diuji dengan teknik corrected item-total correlation dan Cronbach Alpha,
selain itu, dikaji pula berdasarkan aspek gender dan sosial budaya yang meliputi
agama, etnik, jenjang sekolah, cluster sekolah, dan Status Sosial Ekonomi keluarga
(SSE). Penelitian ini menggunakab desain cross-sectional dengan pendekatan
kuantitatif dan metode survey. Dari hasil analisis diketahui secara statistik terdapat
13 kelompok item reliabel (nilai Cronbach Alpha ≥ 0,60), dan 73 item valid
(corrected item-total correlation ≥ 0,30 [t ≥ 1,645, sig.0,05]). Mengenai kajian
aspek gender dan sosial budaya diketahui adanya perbedaan reliabilitas dan
validitas pada beberapa item