Kepuasan pasien merupakan salah satu outcome yang ingin dicapai dalam implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Beragamnya jenis fasilitas kesehatan serta perbedaan standar penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam masa peralihan beresiko menyebabkan perbedaan mutu pelayanan yang diterima pasien JKN. Terdapat kecenderungan ketidakpuasan pasien pengguna jaminan kesehatan pada layanan kesehatan primer sebelum era JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran kepuasan terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas Talaga Bodas pada era JKN.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional dan teknik pengambilan sample random sampling. Populasi penelitian berjumlah 67.654 orang dengan sampel 100 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu PBI dan Non PBI. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner kepuasan.
Sebagian besar pasien JKN (4.58%) cukup puas terhadap pelayanan kesehatan. Berdasarkan dimensi mutu pelayanan kesehatan tertinggi pada dimensi Tangible (4.79%) dan terendah pada dimensi emphaty (4.39%). Berdasarkan kepesertaan pasien (PBI dan Non PBI) menunjukan pasien dengan kepesertaan PBI (4.52%) cukup puas terhadap pelayanan kesehatan, berdasarkan dimensi mutu kepuasan tertinggi pada dimensi Tangibles (4.80%) dan terendah pada dimensi Responsiveness (4.41%). Pasien dengan kepesrtaan Non PBI (4.68%) cukup puas terhadap pelayan kesehatan,berdasarkan dimensi mutu, kepuasan tertinggi pada dimensi tangibles (4.95%) dan dimensi terendah pada dimensi Realiability (4.37%).
Secara umum pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) cukup puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas Talaga Bodas