Perhatian bagi para penyandang tuna netra saat ini masih kurang. Masih sangat jarang ditemui pengumuman publik atau sejenisnya dalam bentuk huruf braille. Hal ini terjadi karena pembuatan huruf braille dengan menggunakan cara manual membutuhkan waktu yang relatif lama, disamping itu juga pembuat harus menghafal motif huruf braille. Memang sudah terdapat printer untuk huruf braille tetapi harganya masih sangat mahal. Alasan-alasan tersebut mendasari pembuatan mesin ketik huruf braille elektronik berbasis mikrokontroller ATmega16 guna memudahkan pembuatan huruf braille bagi orang awas tanpa harus menghafal motif-motif huruf braille.
Pembuatan alat ini dimulai dengan merancang dan merakit hardware yang dilanjutkan dengan membuat software. Alat ini menggunakan keyboard sebagai input dan dua buah motor stepper serta solenoid sebagai output. Perancangan perangkat lunak sebagai pengendali pada mikrokontroller ATmega16 menggunakan bahasa C dan software CodeVsion AVR sebagai compiler-nya. Proses akhir pembuatan alat ini adalah dengan mendownloadkan software ke sistim minimum AT-mega 16.
Hardware telah berhasil dibuat dengan menggunakan sistem minimum mikrokontroler ATmega16 yang digabungkan dengan instrumen pendukung lainnya. Software Mesin Ketik Huruf Braille Berbasis Mikrokontroller ATmega16 berhasil dibuat dengan menggunakan CodeVisionAVR berupa satu program utama. Alat ini membaca data dari input keyboard yang ditekan, menggerakan motor stepper dan atau solenoid sehingga dapat menghasilkan motif huruf Braille sesuai tombol keyboard yang ditekan pada selembar kertas