Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis penanda kohesi,
(2) jenis penanda koherensi, (3) konteks situasi dan konteks sosial budaya dalam
iklan produk pakaian kerja dalam majalah Femme Actuelle.
Sumber data penelitian ini adalah majalah Femme Actuelle N° 1326 edisi
22-28 Februari 2010, sedangkan data dalam penelitian ini berupa kalimat-kalimat
berpenanda kohesi dan koherensi, serta tanda linguistik dan tanda non-linguistik
yang terdapat dalam iklan produk pakaian kerja dalam majalah Femme Actuelle.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik lanjutannya yaitu
teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Metode analisis data
yang digunakan adalah metode agih untuk menganalisis kohesi dan koherensi,
serta metode padan untuk menganalisis konteks situasi dan konteks sosial budaya.
Keabsahan data diperoleh melalui validitas konstruk dan validitas semantis, serta
reliabilitas intra-rater, inter-rater dan expert judgement.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis penanda kohesi yang
terdapat dalam iklan produk pakaian kerja dalam majalah Femme Actuelle berupa
kohesi gramatikal dan leksikal. Kohesi gramatikal meliputi referensi, substitusi,
elipsis, dan konjungsi. Sedangkan, kohesi leksikal meliputi repetisi, sinonimi,
kolokasi, dan hiponimi, (2) jenis penanda koherensi yang terdapat dalam iklan
produk pakaian kerja dalam majalah Femme Actuelle berupa pertalian makna
aditif dan pertalian makna tujuan, (3) konteks situasi menunjukkan bahwa seluruh
produk pakaian kerja dalam majalah Femme Actuelle merupakan pakaian dengan
model jas, serta latar iklan di dalam sebuah kantor dan di atas catwalk. Konteks
sosial budaya menunjukkan bahwa model pakaian kerja untuk wanita ini
mengalami perkembangan dikarenakan adanya kesetaraan jender dan semakin
banyaknya wanita yang bekerja di sektor publik. Kohesi dan koherensi yang telah
ditemukan dalam iklan produk pakaian kerja dalam majalah Femme Actuelle
menunjukkan bahwa wacana tersebut memiliki kepaduan baik bentuk maupun
makna. Selanjutnya, adanya konteks situasi dan konteks sosial-budaya
menumbuhkan makna pada wacana iklan