Area konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan
maupun di lautan yang berfungsi melestarikan keanekaragaman satwa, tumbuhan dan
ekosistemnya. Area konservasi yang dibahas dalam penelitian ini ialah area konservasi
di daratan. Area konservasi daratan memiliki beberapa tempat yang terpisah. Tempat-
tempat yang terpisah itu dikarenakan adanya bentang alam seperti adanya lahan
pertanian, perkebunan, danau, sungai, dan rawa. Di dalam area konservasi juga terdapat
satwaliar yang harus dilindungi, dan satwaliar tersebut tersebar di beberapa tempat
dalam area konservasi. Dalam penelitian ini akan dibahas suatu cara dalam memilih
tempat-tempat di area konservasi, sedemikian rupa sehingga semua spesies terdapat
dalam himpunan tempat yang dipilih. Tempat-tempat yang dipilih harus terhubungkan.
Di samping itu, banyaknya tempat yang dipilih haruslah minimum. Tempat-tempat yang
dipilih tersebut akan dijadikan sebagai indikator untuk menentukan zona dari suatu area
konservasi, misalkan zona pada suatu kawasan taman nasional. Pemilihan tempat di
dalam area konservasi seperti ini dapat dinyatakan sebagai masalah konektivitas. Di
dalam teori graf, masalah konektivitas dapat dipandang sebagai masalah penentuan
kover terhubung yang minimum. Di dalam penelitian ini, masalah konektivitas akan
diformulasikan menjadi integer linear programming kemudian kover terhubung yang
minimum akan ditentukan dengan algoritme heuristik.
Kata Kunci: masalah konektivitas, area konservasi, integer programming, algoritme heuristi