Dua sinar sebidang yang tidak sejajar dimungkinkan untuk saling berpotongan. Ketika
hal itu terjadi maka masing‐masing sinar akan memiliki panjang sinar saat bertemu. Ada dua
hal yang mempengaruhi besaran panjang sinar saat bertemu (L) yaitu jarak antara kedua
sumber sinar (R) dan bentuk pertemuan kedua sinar tersebut. Karena L sebading dengan R, dan
L dipengaruhi oleh bentuk pertemuan kedua sinar, maka apabila bentuk pertemuan
ditransformasikan dalam suatu nilai tertentu yang disebut Nilai Bentuk Pertemuan (NBP),
secara umum akan terjadi persamaan yang menghubungkan ketiga nilai tersebut.
Permasalahannya belum diketahui persamaan seperti apa yang menghubungkan antara
panjang sinar saat bertemu (L), jarak antara kedua sumber sinar (R), dan Nilai Bentuk
Pertemuan (NBP) tersebut.
Metode kajian yang digunakan adalah studi literatur dan kajian secara matematis
terhadap sketsa pertemuan kedua sumber sinar yang dimaksud. Kemudian itu dilanjutkan
dengan pembahasan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh, secara teoretis maupun
aplikatif termasuk sebagai dasar pengetahuan proses komputasi.
Kata Kunci : DUA SINAR SEBIDANG, BERPOTONGAN, NB