PERANAN PGRI DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDUNG : Studi Evaluatif tentang Implementasi Program Kerja PGRI Kota Bandung Masa Bakti 1995-2000
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap informasi mengenai
peranan PGRI dalam meningkatkan profesionalisme guru. Rumusan
masalah penelitian ini adalah "Bagaimana peranan PGRI dalam
meningkatkan profesionalisme guru sekolah dasar di Kota Bandung?"
Temuan penelitian yang sekaligus merupakan jawaban atas
pertanyaan penelitian, sebagai berikut:
1. Garis-garis besar kebijakan program kerja PGRI, dijelaskan sebagai
berikut:
a. Isi program kerja PGRI dalam meningkatkan profesionalisme guruguru,
terdiri dari bidang kerja umum dan organisasi; pendidikan dan
profesionalisme angota; dan bidang kerja kesejahteraan. Ketiga
bidang kerja merupakan penjabaran dari visi dan misi PGRI. Visi
PGRI "adalah "PGRI sebagai organisasi dinamis, mandiri, dan
berwibawa yang dicintai oleh anggotanya, disegani oleh mitranya,
dan diakui keberadaannya oleh masyarakat luas". Sementara misi
PGRI meliputi: (1) misi nasional; (2) misi pembangunan nasional;
(3) misi pendidikan nasional; (4) misi profesi; dan (5) misi
kesejahteraan.
b. Perumusan kebijakan program kerja PGRI dilaksanakan dalam
sidang komisi dan disyahkan dalam sidang pleno dalam
Konperensi Daerah Tingkat II PGRI Kota Bandung.
c. Forum yang digunakan dalam merumuskan kebijakan program
kerja PGRI adalah Konperensi Daerah Tingkat II PGRI Kota
Bandung. Konperensi Daerah dilaksanakan setiap satu tahun
sekali.
d. Pihak yang dilibatkan dalam perumusan kebijakan program kerja
PGRI adalah semua guru yang tercatat sebagai anggota aktifPGRI
yana diwakili oleh utusan cabang PGRI.
2. Pelaksanaan kebijakan program kerja PGRI berdasarkan bidang kerja
masing-masing, menjabarkan program kerja ke dalam program kerja
tahunan yang kemudian dievaluasi dalam konperensi kerja tahunan.
3. Analisis SWOT Perumusan dan Pelaksanaan Program Kerja PGRI,
dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Kekuatan: perumusan program kerja secara demokratis,
pendalaman perumusan program kerja, SDM yang memadai, dan
anak cabang PGRI.
b. Kelamahan: keanggotaan yang belum menyentuh semua guru
pada ienis dan jenjang pendidikan, ruang lingkup program yang
belum komprehensif, dan belum dimilikinya instrumen monitoring
dan evaluasi.
c. Peluang: masih banyaknya jumlah guru yang belum terakomodasi
dalam keanggotaan PGRI, dan dimilikinya anak cabang PGRI.
d. Tantangan: maraknya perjuangan guru untuk meningkatkan
kesejahteraan dan implementasi kebijakan otonomi daerah