Tugas utama guru adalah mengajar (SK MENPAN No. 26 Tahun 1989, Pasal
27). Tugasmengajarmerupakan tugasyangdiarur secara terjadwal baik secara tahunan,
caturwulan, mingguan ataupun hariaa Konsekuensinya setiap guruhams mentaati aturan
penjadwalan tersebut, sebagai contoh bila gum tidak tepat waktu tentunya akan
mengganggii proses mengajar gum yang lainnya; hari-hari efektif menjadi tidak efektif;
kurang tuntasnya penyampaian materi pelajaran kepada siswa pada setiap pokok
bahasan; kurang tuntasnya pencapaian target kurikulum; masih sering terlambatnya
proses ketatausahaan sebagai bagian dari kegiatan pengajaran yang hams dikeijakan
guru, seperti: pengisian buku laporan hasil pendidikan siswa; mengelola berkas tugas
harian atau pekerjaan rumahserta mengelolahasil evaluasi setiap akhir pokokbahasan
(formatif) atau caturwulan (sumatif) yang proses keterlambatan sampainya hasil
tersebut pada siswa, memberikan dampak psikologis yang sangat berarti bagi motivasi
siswa untukdapat mengerjakantugas-tugas berikutnyasecara konsekuen.
Agar gum dapat mentaati aturan penjadwalan tersebut, gum seharusnya
memiliki "suatu actum dasaryang dapat digunakan guru untuk membuat prosedur
kerja yang perlu ditempuh, sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan pengajaran
dan mengevaluasi pengajaran yang telah dilakukannya dan menggunakannya
sebagai utnpan balikuntuk kepentingan pengajaran dari gum yang bersangkutan ",
definisi inilah dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai definisi operasional dari
Pedoman kerja Guru.
Dalam penelitian iniPedoman KerjaGum diambil dariberbagai sumber terdiri
atas: 1) SK MENPAN No. 26 tahun 1989 Pasal 27); 2) Tanggung Jawab Guru; 3)
PeranGuru; 4) 10Kemampuan Dasar Profesional Guru; 5) Kurikulum 1994 (buku
1,2, dan 3); 6) Kalender pendidikan; 7) Jadwal Mata Pelajaran; 8) Perangkat
Pengajaran; 9) Soal-soal EBTANAS tahun-tahun sebelumnya; 10) Informasi
mengenai materi pelajaran yang telah diterima siswa pada tahun ajaran /minggu
sebelumnya
Mengenai pendayagunaan gum oleh pimpinan sekolah dengan memanfaatkan
pedoman kerja guru, pimpinan sekolah dapat menggunakan manajemen kinerja dan
manajemen penilaian kinerja yang dapat dilakukan pimpinan sekolah berdasarkan
pendapat Prof Roger Gill, dengan menerapkan tahap-tahap dalam manajemen kinerja
dan manajemen penilaian kinerja tersebut dengan baik diharapkan dapat membantu
pimpinan sekolah dalam mempengaruhi guru untuk berkinerja sesuai dengan pedoman
kerja gum.
Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah "bagaimanakah
kontribusi pedoman kerja guru terhadap efektivitas kinerja guru dan
bagaimanakah kontribusi manajemen kinerja dan manajemen penilaian kinerja yang
dilaksanakan pimpinan sekolah dengan memanfaatkan pedoman kerja guru untuk
mempengaruhi guru agar berkinerja sesuai dengan pedoman kerja guru serta
pengaruhnya terhadapefektivitas kinerjaguru".
Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah guru-gum dari
berbagai mata pelajaran yang ditunjuk oleh pimpinan sekolah dari sekolah yang
bersangkutan dan para pimpinan sekolah dari SMUN 1, 2, 3, 5, 6, 7, Kotamadya
Bandung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa "kontribusi pedoman kerja guru (X)
terhadap efektivitas kinerja guru (Y2) menunjukkan "rxy" = 0,857, dengan
berdasarkan interpretasi tabel "r" Guilford menunjukkan kontribusi tinggi atau
kuat, sedangkan berdasarkan interpretasi tabel "r" Product Moment bahwa angka
tersebut berada diantara 0,70dan 0,90yang menyatakan bahwa antara variabel X
dan variabel Yterdapat korelasi vane kuat atau tinggi. Sedangkan kontribusi yang
dapat diberikan manajemen kinerja dan manajemen penilaian kinerja guru yang
dilaksanakan pimpinan sekolah dengan memanfaatkan pedoman kerja guru (XI, X2,
X3, X4, XS, X6, X7 dan X8) untuk mempengaruhi guru agar berkinerja sesuai
dengan pedoman kerja guru (Yl) serta pengaruhnya terhadap efektivitas kinerja
guru (Y2) menunjukkan kontribusi yang sangat kuat dan kuat; yaitu (rylxl =
0,902; rylx2=0,95; ry1x3 = 0,75; rylx4 = 0,75; ry1x5 = 0,75; rylx6 =
0,756; rylx7= 0,756; ry2yl = 0,964).
Dengan demikian layaklah gum-gum memiliki dan memanfaatkan pedoman
kerja gum dan layaklah bagi pimpinan sekolah untuk menerapkan manajemen kinerja
dan manajemen penilaian kinerja dari pimpinan sekolah untuk mendayagunakan gumgum
yang dipimpinnya dengan mengadopsi manajemen kinerja dan manajemen
penilaian kinerjadari Prof RogerGill