Latarbelakang. Skizofrenia merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab dan perjalanan penyakit yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada pertimbangan pengaruh genetik, biokimia, dan psikososial. Kasus. Ny.P, 37 tahun, sering berbicara sendiri, marah-marah tanpa sebab, mudah tersinggung, dan sering mondar-mandir tanpa tujuan di dalam rumah. Selain itu ia sering mendengar suara-suara dan merasa ada orang yang selalu mengikutinya. Pada status psikiatrikus diperoleh mood tumpul, afek inappropriate, fungsi kognitif mengenai orientasi waktu dan orang kurang, konsentrasi mudah terpecah, daya ingat jangka pendek dan jangka panjang kurang, gangguan persepsi ditemukan halusinasi audiotorik, gangguan pikiran ditemukan waham kejar, daya nilai sosial dan uji daya nilai terganggu, tilikan terganggu derajat 2, taraf kurang dapat dipercaya. Kemudian pasien ini dilakukan penatalaksanaan dengan medikamentosa berupa Haloperidol 5 mg 2x1, Trihexyphenidyl 2 mg 2x1. Psikoterapi edukasi dan psikoterapi suportif terhadap pasien dan keluarga, rehabilitasi sesuai bakat dan minat pasien. Simpulan. Telah ditegakkan diagnosa skizofrenia paranoid pada Ny.P, 37 tahun dengan halusinasi audiotorik dan waham kejar. Stresor psikososial pada pasien ini adalah masalah keluarga. [Medula Unila.2013;1(4):117-122