Rimpang temulawak dan kunyit diketahui memiliki sifat antioksidatif, karena mengandung senyawa kurkumin. Ekstraksi kurkumin menggunakan air kurang maksimal. oleh karena itu dilakukan ekstraksi menggunakan etanol dalam pembuatan minuman instan temulawak dan kunyit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rasio bubuk (temulawak dan kunyit) dengan etanol yang tepat untuk menghasilkan minuman instan temulawak dan kunyit yang tinggi aktivitas antioksidannya dan disukai panelis. Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi komponen antioksidan adalah etanol dengan rasio bubuk (temulawak dn kunyit) dengan etanol 1:5, 1:7, 1:9 (b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman instan yang tinggi aktivitas antioksidannya adalah minuman instan temulawak dan kunyit pada rasio bubuk dengan etanol 1:5 (b/v) mempunyai aktivitas antioksidan sebagai persentase Radical Scavenging Activity (%RSa) 80,11% dan 78,00%. Minuman instan temulawak pada rasio bubuk dengan etanol 1:7 (b/v) dan 1:9 (b/v) aktivitas antioksidannya lebih tinggi yaitu 80,98% dan 82,72% dari pada rasio bubuk dengan etanol 1:5 (b/v), namun kurang disukai panelis