Masyarakat pemilih di Kabupaten Bandung merupakan bagian dari rakyat Indonesia yang berperan penting dalam penentuan dan penyelenggaran kehidupan bernegara mengingat Indonesia sebagai negara demokrasi berdasarkan hukum. Namun, keterlibatan warga negara dalam kehidupan politik pada pemilihan umum ataupun kepala daerah tidak terlepas dari status sosial ekonomi dan kualitas partai. Kenyataannya, partisipasi politik warga negara belum optimal dengan keragaman status sosial ekonomi. Hal ini menyebabkan menurunnya tingkat kepercayaan warga negara terhadap partai politik. Ini terjadi berkaitan dengan tidak jelasnya garis ideologi partai, masih berperannya budaya paternalistic, dan tidak dilaksanakannya pendidikan politik dan perpolitikan oleh partai politik