Penggorengan merupakan salah satu metode tertua dari proses pemasakan dan pengeringan pangan. Proses penggorengan berlangsung melalui kontak dengan media penghantar panas dan dilakukan pada suhu tinggi. Proses penggorengan biasanya digunakan minyak sebagai media penghantar panas, akan tetapi pada penelitian ini digunakan pasir sebagai media penghantar panas. Meskipun penggorengan merupakan suatu proses pemasakan pangan yang sudah lama dilakukan, tetapi proses tersebut banyak yang belum diungkap secara ilmiah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model matematik pindah panas dan massa yang meliputi koefi sien kontak panas permukaan (h) antara kerupuk dan pasir, konstanta pindah panas (Kp ), Perubahan suhu dan kandungan air produk (kerupuk) selama penggorengan. Penelitian dilakukan dengan eksperimen laboratorium, bahan yang digunakan adalah pasir sungai, pasir besi, plat Aluminium, dan kerupuk (sebagai sample produk). Kisaran diameter pasir yang digunakan, untuk pasir sungai adalah 0,25 mm sampai dengan 2,00 mm, dan pasir besi adalah 0,10 mm sampai dengan 0,40 mm. Peralatan yang digunakan terdiri dari peralatan untuk mengukur sifat fi sik dan termis bahan, mesin penggoreng dengan pasir, ayakan, neraca, gelas ukur, tachometer, thermokopel, data logger, interface, dan computer. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa, presentase kesalahan rata-rata nilai prediksi dengan penggunaan model matematik lebih kecil dari 10 %. Hasil ini menunjukkan bahwa model matematik yang telah dikembangkan mempunyai tingkat ketepatan yang cukup baik untuk digunakan