Latar Belakang: Tuntutan zaman mengharuskan manusia untuk menjaga kesehatannya
agar terhindar dari penyakit. Salah satunya dengan menggunakan pembersih tangan. Hand
sanitizer hadir sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Dari berbagai penelitian
diketahui bahwa daun sirih merah mengandung senyawa-senyawa antibakteri flavonoid,
alkaloid senyawa polifenol, tanin dan minyak atsiri.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya antiseptik gel hand sanitizer
dengan bahan aktif ekstrak air daun sirih merah dalam empat formula (63,53%; 67,39%;
67,74% and 68,79%).
Metode: Metode yang digunakan yaitu Metode replika secara in vivo dengan modifikasi.
Selanjutnya dihitung jumlah mikroba yang masih hidup setelah pemberian hand sanitizer.
Gel hand sanitizer yang dibuat dibandingkan daya antiseptiknya terhadap sediaan gel
hand sanitizer yang ada di pasaran dengan bahan aktif alkohol 60%.
Hasil penelitian: Hasil yang diperoleh menunjukkan semakin besar konsentrasi ekstrak
maka kemampuan untuk mengurangi jumlah mikroba semakin besar. Hasil pengujian pada
F4 (formula ke 4) menunjukkan kemampuan dalam mengurangi jumlah mikroba lebih
besar yaitu 68,79% dibandingkan pada F1, F2 dan F3 yaitu 63,53%, 67,39% dan 67,74%.
Basis gel sendiri mempunyai kemampuan dalam mengurangi jumlah mikroba sebesar
25,31%. Sedangkan pembanding, sediaan hand sanitizer berbahan aktif alkohol 60% yang
ada di pasaran mampu mengurangi jumlah mikroba sebesar 82,46%.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan sediaan hand sanitizer berbahan aktif ekstrak air daun
sirih merah dalam berbagai konsentrasi mempunyai efektivitas antiseptik cukup baik,
namun lebih rendah dibandingkan sediaan pembanding berbahan aktif alkohol 60% yang
ada di pasaran