research

Efek Perlindungan Madu Terhadap Kerusakan Lambung Tikus Yang Diberi Etanol

Abstract

Madu digunakan sejak dahulu sebagai obat pada berbagai penyakit, termasuk penyakit lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek madu terhadap perbaikan kerusakan mukosa lambung tikus yang diinduksi etanol. Penelitian merupakan penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan rancangan acak terkontrol menggunakan 25 tikus jantan dewasa galur Sprague Dawley, berat 200-250 gr, dibagi secara acak menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 tikus; kelompok 1 (K1), diberikan akuades; Kelompok 2 (K2), diberikan etanol (0,01 ml/grBB) secara oral selama 14 hari. Kelompok 3 (K3), 4 (K4), dan 5 (K5) masing-masing diberikan etanol (0,01 ml/grBB) dan madu (0,0018 ml/grBB, 0,0054 ml/grBB, dan 0,016 ml/grBB) secara oral selama 14 hari. Pada K3, K4, dan K5, etanol diberikan 1,5 jam setelah pemberian madu. Setelah 14 hari, sampel lambung diambil untuk pemeriksaan histopatologi. Hasilnya menunjukkan etanol menimbulkan kerusakan mukosa lambung dibandingkan kelompok kontrol. K4 dan K5 menunjukkan penurunan signifikan kerusakan akut mukosa lambung dibandingkan kelompok etanol (p0,050). Simpulan, madu memiliki efek terhadap perlindungan kerusakan lambung tikus yang diberi etanol. [Medula Unila.2013;1(2):52-62

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 16/11/2017