Keberadaan universitas memiliki dampak terhadap lingkungan akibat dari aktivitas dan operasional universitas, berbagai macam kegiatan terjadi di dalam kampus, kegiatan-kegiatan tersebut menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berdampak langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan yang menyebabkan pemanasan global. Perhitungan emisi gas rumah kaca akan menjadi suatu ukuran dari berapa banyak emisi gas rumah kaca yang dihasilkan yang disebut dengan jejak karbon. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jumlah emisi GRK yang dihasilkan dari aktivitas kampus, melakukan pemetaan jejak karbon ruang lingkup 2, dan memberikan alternatif solusi untuk mengurangi emisi GRK. Metode yang digunakan adalah dengan mengelompokkan aktivitas kedalam 3 ruang lingkup, ruang lingkup 1 dari pemakaian bahan bakar operasional kampus dan penggunaan LPG kantin, ruang lingkup 2 dari konsumsi listrik, ruang lingkup 3 dari pemakaian bahan bakar kendaraan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, pemakaian kertas, dan timbulan sampah campur, kemudian dilakukan perhitungan jejak karbon. Penelitian ini menunjukan bahwa emisi GRK yang paling besar dihasilkan dari pemakaian bahan bakar kendaraan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yaitu sebesar 1.125.743,729 kgCO2eq dan emisi GRK yang paling kecil dihasilkan dari pemakaian LPG yaitu sebesar 2.010,584 kgCO2eq. Total emisi yang dilhasilkan dari aktivitas kampus FIB UNDIP adalah sebesar 1.344.347,21 kgCO2eq. Reduksi terpilih berdasarkan kesediaan responden adalah skenario 3 dengan total reduksi sebesar 9.468,6 kgCO2eq