Tujuan utama penelitian ini adalah memahami secara mendalam penerimaan diri pada istri yang mengalami involuntary childless. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek berjumlah tiga orang dengan karakteristik istri yang mengalami ketidakhadiran anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek yang mengalami involuntary childless dengan usia yang lebih dewasa menunjukkan penerimaan diri dengan bersikap positif dibandingkan subjek dengan usia yang masih berada dalam masa produktif (30-38 tahun) karena harapan untuk memiliki anak masih tinggi.Sikap penerimaan diri ditunjukkan dengan bersyukur, bersikap positif terhadap diri dengan tidak menyesali dan tidak menyalahkan dirinya untuk kondisi yang berada di luar kontrol, memaknai pengalaman hidup sebagai proses pembelajaran, menerima kualitas baik dan buruknya diri, dan mempunyai wawasan terhadap diri dengan mengenal dan menerima kelebihan serta kekurangan