"Veteran" University of National Development Yogyakarta
Abstract
E-democracy merupakan suatu pemikiran baru tentang reformasi birokrasi untuk mewujudkan good governance. E-democracy bisa berbentuk aplikasi web based atau mobile voting yang membutuhkan jalur komunikasi melalui internet. Salah satu kendala penerapan e-democracy dan e-voting di Indonesia adalah sulitnya membangun kepercayaan publik. Masyarakat Indonesia membutuhkan masa transisi dari demokrasi konvensional menuju e-democracy. Untuk menghadapi masa transisi tersebut, penulis menawarkan protokol reverse and track back yang dapat membangun kepercayaan publik terhadap jaminan keamanan aplikasi, integritas data, dan sangat reliable sebagai solusi untuk penerapan e-democracy dan e-voting di Indonesia. Protokol reverse and track back dapat mengembalikan (reverse) nilai hasil pemungutan suara secara online ke telepon selular dan web client, kemudian voter me-reply (track-back) nilai reverse tersebut untuk verifikasi hasil penghitungan suara. Dengan cara ini publik dapat melakukan private voting dan perhitungan suara terbuka secara online, sehingga publik mendapatkan jaminan dan percaya sepenuhnya terhadap aplikasi online yang digunakan selayaknya perhitungan suara konvensional