research

Pola Keterkaitan Spasial Kabupaten/Kota Di Jawa Timur Berdasarkan Sektor Unggulannya

Abstract

Salah satu indikator tercapainya tujuan pembangunan ialah terciptanya pertumbuhan ekonomi wilayah. Pertumbuhan ekonomi wilayah ini didorongmelalui sektor unggulannya. Jawa Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi; bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Namun, tingginya pertumbuhan ekonomi wilayah dibarengi oleh tingginya tingkat kesenjangan wilayah, dimana hal ini menjadi suatu masalah penting dalam pembangunan Jawa Timur. Salah satu upaya mengurangi kesenjangan wilayah ialah dengan membangun keterkaitan antar wilayah (spasial). Namun sebelum itu, diperlukan kajian khusus mengenai keterkaitan antar wilayah Jawa Timur dengan didasarkan pada sektor unggulannya. Hal ini bertujuan untuk memberikan suatu gambaran (diagnosis) dalam membangun keterkaitan antar wilayah di masa yang akan datang Setelah melalui analisis SLQ (Static Location Quotient) dan DLQ (Dynamic Location Quotient), maka didapat hasil bahwa sektor unggulan Jawa Timur meliputi; (1) sektor pertanian, (2) sektor industri pengolahan dan(3) sektor perdagangan, hotel & restoran. Kemudianuntuk melihat keterkaitan antar wilayahnya maka tiga sektor unggulan tersebut dianalisis kembali melalui analisis Spatial Autocorrelation, dimanahasilnya menunjukkan rendahnya tingkat keterkaitan wilayah Jawa Timur. Keterkaitan yang terjadihanya terdapat pada sektor pertanian dan sektor industri.Oleh karena itu, pola keterkaitan wilayah yang ditunjukkan pun hanya terdapat di beberapa kawasan saja. Artinya, masih sedikit wilayah kabupaten/kota yang memiliki hubungan keterkaitan wilayah menurut sektor unggulannya

    Similar works