"Veteran" University of National Development Yogyakarta
Abstract
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2002 telah mengadakan survei dan kajian tentang pelaksanaan Electronic Government (e-government) di negara-negara anggota PBB, dengan nama The United Nations e-Government Survey. Sampai tahun 2008, sudah dilakukan empat edisi United Nations e-Government Survey. Survei ini menghadirkan kajian komparatif dari 192 negara anggota PBB, mengenai kualitas pelayanan dan produk pemerintah. Survei mengevaluasi aplikasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) oleh pemerintah, termasuk akses dan penyampaian layanan ke penduduk, interaksi dengan penduduk, serta pemberdayaan penduduk lewat akses informasi. Survei terakhir, menempatkan penilaian tentang ‘take-up\u27 menjadi isu utama. Take-up dapat didefinisikan sebagai seberapa besar penduduk dapat mengakses layanan online (online service). Online service dapat melalui teknologi wireless dan/atau penyediaan portal yang dapat merespon kebutuhan penduduk yang begitu cepat, ataupun menyediakan satu pusat layanan (one-stop centre) yang mana penduduk dapat menerima asistensi untuk mengakses layanan online tanpa harus menguasai pengetahuan tentang ICT yang rumit. Hal ini membutuhkan ketersediaan portal yang terintegrasi yang memiliki operasi back office yang handal dan saling terhubung. Untuk memperoleh web measure index, survei mengkaji portal-portal atau situssitus resmi milik pemerintah di 192 negara anggota PBB. Makalah ini menyajikan tahapan-tahapan penilain portal e-government, dan menampilkan portal-portal dari negara yang memiliki portal e-government terbaik, serta aspek-aspek apa saja yang menyebabkan portal-portal tersebut menjadi portal e-government terbaik dan dapat dijadikan sebagai percontohan portal e-government bagi negara-negara lain