Manajemen laba merupakan tindakan manajemen untuk mempengaruhi
pendapatan yang dilaporkan sehingga laporan yang disajikan memberikan
informasi keuangan ekonomis yang tidak benar. Aktivitas auditor tidak terlepas
dari fenomena manajemen laba. Dalam hal ini, auditor harus bisa memberikan
penilaiannya sehubungan dengan praktik manajemen laba. Penilaian etis
merupakan penilaian atas sesuatu yang baik atau buruk, yang harus ditentukan
pada situasi tertentu berdasarkan pengalaman dan pembelajaran masing-masing
individu. Dengan demikian, penilaian etis auditor dapat berbeda satu dengan yang
lainnnya.
Penelitian ini merupakan penelitian berhipotesis yang bertujuan untuk
mengetahui ada tidaknya perbedaan penilaian etis auditor terhadap praktik
manajemen laba serta mengetahui enam dimensi manajemen laba mana yang
mempengaruhi penilaian etis auditor. Enam dimensi manajemen laba yang
dimaksud yaitu metode manajemen laba, konsistensi terhadap Prinsip Akuntansi
Berterima Umum (PABU), arah manajemen laba, materialitas laba, periode
akibat, dan tujuan manajemen laba. Sumber data berupa data primer yang
diperoleh dari pengisian kuesioner oleh 71 responden auditor yang sudah bekerja
selama dua tahun atau lebih di kantor akuntan publik (KAP) Surabaya, yang
dibagi menjadi dua yaitu auditor KAP lokal dan auditor KAP non-lokal.
Hasil pengujian dengan alat uji Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan penilaian etis auditor terhadap praktik manajemen laba, hanya
dimensi ketidakkonsistenan terhadap PABU, materialitas yang tidak material, dan
periode akibat akhir kuartal yang tidak memiliki perbedaan penilaian etis auditor
yang signifikan. Dari enam dimensi manajemen laba, empat dimensi
mempengaruhi penilaian etis auditor KAP non-lokal, yaitu metode manajemen
laba, konsistensi terhadap Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU),
materialitas laba dan periode akibat. Sedangkan lima dimensi mempengaruhi
penilaian etis auditor KAP lokal, yaitu metode manajemen laba, konsistensi
terhadap Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), arah manajemen laba,
materialitas laba dan periode akibat. Sedangkan tujuan manajemen laba samasama
tidak mempengaruhi penilaian etis auditor KAP lokal maupun KAP nonloka