National Institute of Health Research and Development, Indonesian Ministry of Health
Abstract
Pada sidang tanggal 28 Mei 1988 telah diadopsi resolusi WHA (World Health Assembly) dan menugaskan WHO untuk melaksanakan pemberantasan virus polio dari dunia menjelang tahun 2000. Keberhasilan dari rencana tersebut di atas akan sangat bergantung pada banyak faktor dari Pengembangan Program Imunisasi (PPI) yang ada. Hal yang paling penting adalah peningkatan cakupan imunisasi dan peningkatan surveillons. Khusus penyakit polio, kegiatan surveillons sangat bergantung pada pelayanan laboratorium. Ketergantungan ini makin meningkat dengan makin berkurangnya kasus poliomyelitis. Di suatu daerah, di mana kasus polio sudah sangat jarang ditemukan maka setiap kasus lumpuh layuh pada anak Balita harus diperiksa laboratorium secara lengkap dan sempurna. Tulisan ini memuat beberapa bahasan tentang virus polio, patogenesis, cara penularan, imunitas, dan pencegahannya dengan imunisasi. Jaringan laboratorium mengenai tingkat eradikasi polio, peran dan fungsi laboratorium. Cara pengumpulan spesimen, cara penyimpanan dan pengirimannya