research

Ibm Kelompok Tani Dalam Aplikasi Teknologi Zone Agroekologi Untuk Pemanfaatan Jurang

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, tahun 2012. Dua buah Subak yang menjadi khalayak sasaran di desa tersebut adalah Subak Abian Pangkung Sakti II dan Subak Pemangsan Angkah Pondok. Program ini mempunyai tujuan terbangunnya komitmen kelompok tani untuk penerapan IPTEK berbasis masyarakat dalam pengelolaan jurang yang berwawasan lingkungan. Komitmen itu akan terbentuk melalui aturan tertentu (perarem) yang disusun sendiri oleh kelompok tani. Unstuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan yaitu : (a) survey tanah dan evaluasi lahan, (b) pendidikan dan pelatihan kepada petani, (c) penyaluran bibit tanaman hutan, (d) pembuatan demplot teknologi zone agroekologi dalam pemanfaatan jurang, dan (e) penyusunan aturan (perarem) pengelolaan tanaman. Kendala utama pengelolaan tanah adalah kemiringan lereng, kedalaman efektif tanah, tingkat bahaya erosi, rendahnya bahan organik tanah, dan kurang cukup tersedianya nitrogen tanah. Anggota Subak sangat responsip dengan program pendidikan dan pelatihan dengan topik upaya mengatasi kendala tersebut. Mereka mencoba menerapkan teknologi yang diberikan dengan menanam tanaman hutan disela-sela tanaman produktif yang biasa mereka tanam. Mereka juga sudah dapat membuat aturan (perarem) pengelolaan tanaman, yang berisi kewajiban anggota subak untuk menjaga kelestariannya dan sangsi bagi anggota Subak yang melanggar pararem tersebut. Pengaturan komoditas tanaman melalui kegiatan demplot yaitu : pada lereng >45% hanya ditanami tanaman hutan, lereng 20-45% untuk tanaman campuran antara tanaman perkebunan dengan tanaman hutan, sedangkan leren

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 19/08/2017