Pertambahan jumlah penduduk berakibat pada pertambahan permukiman. Permukiman di wilayah perkotaan telah padat, termasuk banyak berdiri gedung-gedung perhotelan yang membutuhkan suplai air berlimpah. Kebutuhan air, terutama air tanah sulit dihindari. Permukiman tidak dapat dihentikan, maka sasaran berikutnya adalah lahan yang ada di luar perkotaan. Sebagian wilayah di luar perkotaan merupakan wilayah resapan. Wilayah utara perkotaan Yogyakarta, yaitu wilayah Kabupaten Sleman merupakan wilayah resapan yang bagus untuk menyuplai air tanah di wilayah Sleman itu sendiri maupun perkotaan Yogyakarta, dan bahkan wilayah Kabupaten Bantul.
Perluasan lahan permukiman yang seakan-akan sulit terkendali berdampak pada menyempitnya lahan peresapan air hujan. Berbagai dampak telah muncul, seperti kekeringan di wilayah perkotaan karena banyak sumur semakin dalam permukaan airnya. Dibutuhkan segera ada tindakan untuk konservasi air tanah di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya untuk menghindari krisis air berkepanjangan.
Kata Kunci: Permukiman, Air Tanah, Resapa