research

Ensefalopati Hepatikum Pada Pasien Sirosis Hepatis

Abstract

Latar Belakang. Ensefalopati hepatikum (EH) merupakan komplikasi penting dalam perjalanan penyakit sirosis hepatis dan merupakan prediktor mortalitas independen pada pasien dengan acute on chronic liver failure. Pada kasus yang berat, pasien dapat menjadi koma atau meninggal. Prevalensi EH pada pasien sirosis hepatis sekitar 30-70%. Faktor predisposisi EH yang reversibel harus dicari dan ditangani, yang meliputi konstipasi, infeksi, dan perdarahan gastrointestinal. Antibiotik merupakan pilihan terbaik dalam terapi EH. Kasus. Tn.J, 55 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan penurunan kesadaran, demam, dan konstipasi. Pasien memiliki riwayat menderita hepatitis B dan sirosis hepatis. Saat tiba di rumah sakit, pasien dalam kondisi koma dan tampak sangat sakit. Temuan fisik: Nadi 96x/menit, respirasi 24x/menit, suhu 38,0ºC, ikterik, fetor hepatikum, splenomegali, vena kolateral, liver nails, palmar eritema, dan edema pitting. Pemeriksaan darah didapatkan: Serum Glutamic Piruvic Transaminase (SGPT) 20 dan Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) 76 gr/dL, albumin 2,6 gr/dL, globulin 5,1 gr/dL, dan HBsAg positif. Pasien didiagnosa EH dan diobati dengan eritromisin, laktulosa, dan pencahar. Simpulan. Konstipasi pada pasien sirosis hepatis dapat menyebabkan ensefalopati hepatikum. [Medula Unila.2013;1(4):108-116

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 19/08/2017