Sebagai tanaman serbaguna, sifat dasar bambu bervariasi menurut jenis, tempat tumbuh dan posisi didalam batang. Penelitian dilakukan pada 3 lokasi (Buria, Morekao, Tala), terhadap 3 jenis bambu (Dendrocalamus asper, Schizos- tachyium brachycladum, Schyzotachium lima), dan 3 posisi dalam batang (pangkal, tengah dan ujung). Tujuan pene- litian adalah untuk mengukur komponen kimia dan anatomi 3 jenis bambu (Dendrocalamus asper, Schizostachyium brachycladum, Schyzotachium lima) asal 3 kecamatan Seram bagian barat (Taniwel, Piru, Kairatu), dan 3 bagian batang (pangkal, tengah dan ujung). Percobaan faktorial dalam rancangan petak terpisah digunakan dalam penelitian dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan lokasi terhadap kadar lignin, diameter sel serat dan rongga sel serat dan proporsi sel parensim; jenis bambu terhadap panjang dan diameter sel serat; posisi dalam batang terhadap kadar ekstraktif larut air dingin, ekstraktif larut alkohol benzen, panjang dan diameter sel serat, dan diameter sel serat. Ekstraktif larut air dingin berkisar 3,10-3,79 %; larut air panas 5,43-6,23 %; larut alkohol benzen3,37-4,10 %; alfa selulosa 44,22-46,94 %; holoselulosa 71,97-75,57 %; lignin 26,00-27,37 %; panjang sel serat 3,40-3,96 mm; diameter sel serat 4,34-4,91 mikron; diameter rongga sel serat 2,74-3,23 mikron; tebal dinding sel serat0,76-0,91 mikron proporsi sel parensim 51,95-56,85 %; proporsi sel sel serat 27,81-62,66 %; dan proporsi sel pori12,39-14,60 %